min2palembang.sch.id Berita Kabut Asap Kembali Memburuk, MIN 2 Kota Palembang Kembali Laksanakan PJJ

Kabut Asap Kembali Memburuk, MIN 2 Kota Palembang Kembali Laksanakan PJJ

Palembang Kemenag Sumsel

Kondisi kualitas udara Kota Palembang kembali menunjukkan peningkatan pencemaran yang cukup serius. Menyikapi kondisi tersebut, MIN 2 Kota Palembang kembali melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Rabu, 30 September 2026, setelah sebelumnya melaksanakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Selasa, 29 September 2026.

Keputusan untuk kembali melaksanakan PJJ diambil sebagai bentuk kehati-hatian madrasah dalam menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik serta seluruh warga MIN 2 Kota Palembang. Langkah tersebut dilakukan setelah kondisi kualitas udara Palembang kembali berada pada kategori BERBAHAYA.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Lingkungan Hidup pada Rabu, 30 September 2026 pukul 06.00 WIB, nilai ISPU maksimum Kota Palembang tercatat mencapai 433 dengan kategori BERBAHAYA. Parameter pencemar kritis yang tercatat adalah Partikulat (PM10).

Data ini menunjukkan bahwa kondisi udara pada hari ini mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya. Dalam laporan yang sama, konsentrasi PM10 tercatat sebesar 474,44 μg/m³, sedangkan PM2.5 mencapai 333,47 μg/m³.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena pelaksanaan PTM yang baru saja diuji coba pada Selasa, 29 September 2026 harus kembali disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara. Madrasah tidak ingin mengambil risiko terhadap kesehatan peserta didik di tengah kondisi udara yang berada pada kategori berbahaya.

Sebelumnya, MIN 2 Kota Palembang telah melaksanakan PJJ sejak 9 September 2026 akibat kondisi kabut asap yang melanda Kota Palembang. Setelah melakukan evaluasi dan pengumpulan data kesediaan orang tua/wali, madrasah kemudian melaksanakan uji coba PTM selama tiga hari, mulai 29 September hingga 1 Oktober 2026.

Namun, perkembangan kondisi udara pada Rabu pagi menunjukkan bahwa situasi memerlukan langkah pengamanan lebih lanjut. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran kembali dialihkan ke PJJ agar proses pendidikan tetap berlangsung tanpa mengabaikan aspek kesehatan.

Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah, S.Pd.I., M.Ag., menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh orang tua/wali dan peserta didik atas ketidaknyamanan ini.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan oleh orang tua dan anak-anak karena pembelajaran kembali dilaksanakan secara jarak jauh. Keputusan ini harus kita ambil karena kondisi udara hari ini berada pada kategori berbahaya. Kesehatan dan keselamatan anak-anak adalah hal yang harus kita utamakan,” ujar Siti Ajnaimah.

Perubahan kembali ke PJJ bukan berarti kegiatan pembelajaran dihentikan. Madrasah tetap berkomitmen memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik dengan menyesuaikan kondisi lingkungan dan perkembangan kualitas udara.

“Kami mohon doa dari seluruh keluarga besar MIN 2 Kota Palembang agar kondisi kabut asap di Kota Palembang segera membaik. Semoga Allah memberikan kesehatan kepada seluruh warga Palembang, melindungi anak-anak kita, dan segera memberikan kondisi udara yang lebih baik sehingga kegiatan pembelajaran dapat kembali berjalan secara tatap muka dengan aman,” ungkapnya.

Siti Ajnaimah juga mengajak seluruh orang tua/wali untuk terus memantau kondisi kesehatan anak selama PJJ berlangsung. Apabila peserta didik mengalami keluhan kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan pernapasan, orang tua diharapkan segera mengambil langkah yang diperlukan dan berkoordinasi dengan pihak madrasah.

Di tengah kondisi udara yang masuk kategori berbahaya, seluruh keluarga besar MIN 2 Kota Palembang diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan terhadap udara tercemar.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker ketika harus keluar rumah, menghindari sumber asap, memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi, serta segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila muncul keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan kesehatan lainnya.

Orang tua juga diharapkan memastikan ruang tempat anak belajar selama PJJ tetap nyaman dan sebisa mungkin terlindung dari paparan asap. Anak-anak sebaiknya tidak melakukan aktivitas bermain atau olahraga di luar rumah ketika kondisi kualitas udara masih berada pada kategori berbahaya.

Madrasah juga akan terus memantau perkembangan informasi kualitas udara dari sumber resmi sebagai bahan evaluasi pelaksanaan pembelajaran berikutnya. Keputusan mengenai moda pembelajaran akan terus disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan.

Kembalinya PJJ pada hari ini menjadi bukti bahwa pelaksanaan pembelajaran di MIN 2 Kota Palembang bersifat adaptif terhadap kondisi lingkungan. Setelah peserta didik sempat kembali ke madrasah dengan penuh semangat pada Selasa, 29 September 2026, kondisi udara yang kembali memburuk mengharuskan madrasah mengambil langkah perlindungan.

Bagi MIN 2 Kota Palembang, keberlangsungan pendidikan tetap penting, tetapi kesehatan peserta didik tidak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran. Karena itu, madrasah akan terus berupaya memastikan hak peserta didik memperoleh pembelajaran tetap terpenuhi meskipun kegiatan harus dilakukan dari rumah.

“Kita sama-sama berharap keadaan ini segera berlalu. Untuk sementara, mari kita jaga anak-anak kita, pantau kesehatannya, ikuti pembelajaran dari rumah dengan baik, dan terus berdoa agar kabut asap segera hilang dari Kota Palembang,” tutup Siti Ajnaimah.

Dengan kondisi ISPU maksimum 433 atau kategori BERBAHAYA pada Rabu, 30 September 2026, MIN 2 Kota Palembang mengajak seluruh warga madrasah untuk tetap tenang, menjaga kesehatan, mengikuti informasi resmi, dan bersama-sama melewati kondisi kabut asap ini dengan penuh kehati-hatian.

Semoga udara Kota Palembang segera kembali bersih, sehat, dan aman bagi seluruh masyarakat, khususnya anak-anak generasi penerus bangsa. (an)

4 Likes

Author: andre