Palembang Kemenag Palembang
Proses pembelajaran di MIN 2 Kota Palembang resmi dimulai pada Rabu (16/07/2025), ditandai dengan penerapan metode ajar berbasis media digital, khususnya PowerPoint. Salah satu mata pelajaran yang mengawali kegiatan belajar adalah Fiqih, dengan materi “Pengertian dan Hukum Makanan Halal”, yang diajarkan oleh Ibu Silvia Libraeni. Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya tahun ajaran baru dengan semangat pembelajaran yang inovatif dan efektif.
Penggunaan PowerPoint sebagai media ajar dipilih karena mampu memvisualisasikan materi secara lebih jelas dan menarik. Slide yang berisi kombinasi teks, gambar, video, dan animasi menjadikan penyampaian materi lebih mudah dipahami siswa. Guru pun lebih terbantu dalam menjelaskan konsep-konsep abstrak, seperti hukum fiqih makanan halal dalam kehidupan sehari-hari.
“Media PowerPoint sangat membantu saya menyampaikan materi secara sistematis dan menarik. Anak-anak lebih fokus dan terlibat aktif selama pembelajaran,” ujar Ibu Silvia Libraeni. Ia menambahkan bahwa metode ajar yang interaktif dan visual mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, khususnya pada materi yang memerlukan pemahaman mendalam seperti fiqih.
Lebih lanjut, Ibu Silvia menjelaskan bahwa selain menggunakan PowerPoint, ia juga menerapkan berbagai metode ajar lainnya seperti metode diskusi, tanya jawab, demonstrasi, ceramah, dan metode bermain peran (role play). “Setiap materi membutuhkan pendekatan yang berbeda. Dengan mengombinasikan metode, guru dapat menyesuaikan gaya belajar siswa yang beragam,” tuturnya.
Penerapan metode ajar digital ini mendapat apresiasi penuh dari Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Listya Yustikarini, Ia menyampaikan bahwa inovasi dalam proses pembelajaran sangat penting untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. “Kami berkomitmen menghadirkan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Penggunaan media digital seperti PowerPoint adalah salah satu langkah konkrit yang mendukung hal tersebut,” ungkapnya.
Menurut Ibu Listya, kegiatan pembelajaran aktif yang telah dimulai ini menandakan bahwa MIN 2 Kota Palembang senantiasa berupaya meningkatkan mutu pendidikan. “Ini bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang bagaimana guru mampu memanfaatkannya untuk menyampaikan nilai dan ilmu secara efektif,” jelas beliau.
Selain manfaat dari sisi kognitif, metode ajar seperti ini juga melatih keterampilan abad 21 pada siswa, seperti berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi. Dalam pembelajaran fiqih, siswa dilibatkan dalam studi kasus dan diskusi kelompok mengenai makanan halal dan haram yang sering dijumpai di lingkungan mereka, menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna.
Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan dan berdiskusi selama pelajaran berlangsung. Dengan desain slide yang atraktif dan pemanfaatan audio-visual, siswa menjadi lebih antusias dan tidak cepat merasa bosan. Hal ini menjadi indikator bahwa metode ajar yang digunakan berhasil menciptakan suasana belajar yang kondusif.
Dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar hari ini, MIN 2 Kota Palembang menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas, modern, dan relevan dengan kebutuhan zaman. “Kami berharap semua guru dapat terus mengembangkan metode ajar yang kreatif demi masa depan siswa yang lebih baik,” pungkas Ibu Listya. (an)
