min2palembang.sch.id Berita MIN 2 Palembang Ikuti Pelatihan Pengembangan Instrumen Asesmen Pembelajaran dalam Forum Ngopi Dengan DPR RI

MIN 2 Palembang Ikuti Pelatihan Pengembangan Instrumen Asesmen Pembelajaran dalam Forum Ngopi Dengan DPR RI

Palembang Kemenag Sumsel

Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru, Ibu Risnaini, S.Pd.I., perwakilan MIN 2 Kota Palembang, mengikuti kegiatan Pelatihan Pengembangan Instrumen Asesmen Pembelajaran bagi Guru PAI Sekolah dan Madrasah yang diselenggarakan pada Minggu, 25 Oktober 2026, di Emiliya Hotel by Amazing, Jalan Letkol Iskandar Nomor 18, Kota Palembang.

Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00 hingga 17.00 WIB ini diikuti oleh 69 peserta yang terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari sekolah dan madrasah serta unsur terkait lainnya. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari undangan Tenaga Ahli DPR RI yang diteruskan melalui Ketua Pokjawas Madrasah Provinsi Sumatera Selatan, Imron, S.Pd.I., M.M.

Pelatihan ini mengangkat isu penting mengenai pengembangan instrumen asesmen pembelajaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas proses pendidikan. Melalui kegiatan tersebut, guru diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik dalam merancang alat penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, materi, serta kompetensi yang hendak dicapai oleh murid.

Forum ini dikenal dengan istilah “Ngopi dengan DPR RI”, sebuah sebutan yang memberikan nuansa akrab bagi kegiatan dialog dan pengembangan wawasan bersama. Dalam konteks kegiatan ini, forum tersebut menjadi ruang untuk memperluas pengetahuan, bertukar pengalaman, serta membahas berbagai hal yang berkaitan dengan peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dan madrasah.

Kehadiran Ibu Risnaini sebagai perwakilan MIN 2 Kota Palembang merupakan bagian dari upaya madrasah untuk terus mendorong peningkatan kapasitas guru. Keikutsertaan dalam kegiatan pengembangan kompetensi menjadi kesempatan untuk memperoleh wawasan baru yang dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan tugas profesional, khususnya dalam perencanaan dan evaluasi pembelajaran.

Dalam proses pembelajaran, asesmen memiliki fungsi penting untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran, mengidentifikasi kebutuhan belajar murid, serta menjadi dasar bagi guru dalam menentukan tindak lanjut pembelajaran. Oleh karena itu, instrumen asesmen perlu disusun secara terencana, sistematis, dan sesuai dengan kompetensi yang hendak diukur.

Pengembangan instrumen asesmen tidak hanya berkaitan dengan penyusunan soal, tetapi juga mencakup penentuan tujuan penilaian, penyusunan indikator, pemilihan bentuk instrumen, serta kesesuaian antara pertanyaan dan kompetensi yang diharapkan. Dengan demikian, hasil penilaian dapat memberikan gambaran yang lebih bermakna mengenai perkembangan belajar murid.

Bagi guru PAI, kemampuan mengembangkan instrumen asesmen yang tepat menjadi semakin penting karena pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan keagamaan, tetapi juga pada pembentukan sikap, pembiasaan ibadah, akhlak mulia, dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penilaian yang dirancang dengan baik diharapkan dapat membantu guru melihat perkembangan murid secara lebih menyeluruh sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai prinsip-prinsip penyusunan instrumen asesmen, meningkatkan ketepatan dalam mengukur hasil belajar, serta mengembangkan penilaian yang lebih objektif dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran. Pengetahuan tersebut juga dapat menjadi bekal untuk melakukan evaluasi dan perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Risnaini, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan pengembangan kompetensi seperti ini penting bagi guru untuk terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran.

“Menurut saya, pelatihan pengembangan instrumen asesmen pembelajaran ini sangat bermanfaat bagi guru, khususnya dalam meningkatkan kemampuan menyusun penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Asesmen bukan sekadar memberikan nilai kepada murid, melainkan juga menjadi sarana bagi guru untuk mengetahui perkembangan belajar, mengenali kesulitan yang dihadapi murid, dan menentukan langkah perbaikan yang tepat. Saya berharap ilmu dan pengalaman dari kegiatan ini dapat diterapkan dalam pembelajaran di MIN 2 Kota Palembang,” ungkap Ibu Risnaini.

Ia juga berharap forum pengembangan wawasan dan dialog pendidikan seperti ini dapat terus memberikan ruang bagi guru untuk berdiskusi, menyampaikan pengalaman, serta memperoleh pengetahuan yang mendukung pelaksanaan tugas pendidikan. Kolaborasi dan komunikasi antarpemangku kepentingan dinilai penting agar peningkatan kualitas pembelajaran dapat dilakukan secara berkesinambungan.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa pengembangan profesionalisme guru tidak berhenti setelah mengikuti satu pelatihan. Guru perlu terus belajar, melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran, mengikuti perkembangan kebijakan pendidikan, serta berbagi praktik baik dengan rekan sejawat agar pengetahuan yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata bagi murid.

Keikutsertaan Risnaini dalam kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan madrasah. Peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu unsur penting dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan murid.

Bagi MIN 2 Kota Palembang, penguatan kompetensi guru merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru diharapkan mampu mengembangkan metode mengajar, merancang asesmen yang tepat, serta memanfaatkan hasil penilaian sebagai dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid.

Hasil asesmen yang baik dapat membantu guru mengenali materi yang telah dikuasai murid dan materi yang masih memerlukan penguatan. Informasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan strategi pembelajaran berikutnya, memberikan pendampingan yang sesuai, dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat pemahaman bahwa mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh penyampaian materi di kelas, tetapi juga oleh kemampuan guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara tepat. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan.

Dengan mengikuti kegiatan Pelatihan Pengembangan Instrumen Asesmen Pembelajaran bagi Guru PAI Sekolah dan Madrasah, Risnaini diharapkan dapat membawa pulang wawasan yang bermanfaat untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di MIN 2 Kota Palembang.

Partisipasi ini menjadi salah satu langkah dalam membangun budaya belajar bagi guru, memperkuat profesionalisme, serta mendorong penerapan praktik asesmen yang lebih terarah dan bermakna. Pada akhirnya, peningkatan kompetensi guru diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengalaman belajar, perkembangan karakter, dan pencapaian hasil belajar murid.

MIN 2 Kota Palembang terus mendukung upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru sebagai bagian dari pelaksanaan Asta Protas Kementerian Agama. Melalui semangat belajar, kolaborasi, dan perbaikan berkelanjutan, madrasah berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang semakin berkualitas demi terwujudnya generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan berdaya saing. (an)

1 Likes

Author: andre