Palembang Kemenag Sumsel
Penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkarakter menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan generasi Indonesia yang unggul, berakhlak mulia, dan berdaya saing. Sejalan dengan arah tersebut, MIN 2 Kota Palembang melaksanakan Survei Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui platform Sahabat KBC di Laboratorium Komputer MIN 2 Kota Palembang, Kelas Pakjo, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah untuk mengevaluasi penerapan nilai-nilai kasih sayang, empati, kesantunan, dan penghormatan terhadap sesama dalam proses pembelajaran. Melalui survei tersebut, madrasah berupaya memperoleh gambaran mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperkuat dalam membangun lingkungan pendidikan yang humanis dan berkarakter.
Penguatan pendidikan karakter melalui Kurikulum Berbasis Cinta memiliki relevansi dengan kategori program Asta Cipta, khususnya dalam arah pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan. Pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan murid, tetapi juga membentuk kepribadian, menanamkan nilai moral, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Pelaksanaan survei di MIN 2 Kota Palembang melibatkan 40 murid terpilih yang mewakili dua lokasi layanan pendidikan, yakni Kelas Pakjo dan Kelas Jakabaring. Keterwakilan kedua kelas ini menjadi bagian penting dalam memperoleh gambaran implementasi kurikulum di lingkungan madrasah secara lebih menyeluruh.
Dari total 40 murid yang mengikuti survei, sebanyak 33 murid merupakan perwakilan Kelas Pakjo, yang berasal dari kelas IV.A hingga VI.F. Sementara itu, tujuh murid lainnya berasal dari Kelas Jakabaring, dengan perwakilan kelas IV.H, IV.I, V.H, VI.H, dan VI.I.
Selain melibatkan murid, survei ini juga diikuti oleh lima orang guru sebagai responden. Keterlibatan guru dan murid diharapkan dapat memberikan perspektif yang saling melengkapi mengenai penerapan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam kegiatan pembelajaran maupun interaksi sehari-hari di lingkungan madrasah.
Kegiatan berlangsung tertib dan lancar dengan pendampingan Koordinator Bidang Kurikulum MIN 2 Kota Palembang, Risnaini, S.Pd.I. Pelaksanaan survei juga dipantau langsung oleh Kepala MIN 2 Kota Palembang, Siti Ajnaimah, S.Pd.I., M.Ag., yang memberikan perhatian terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan dan penguatan karakter murid.
Kehadiran kepala madrasah dalam kegiatan ini mencerminkan pentingnya evaluasi sebagai bagian dari pengelolaan pendidikan yang berkelanjutan. Melalui evaluasi yang dilakukan secara terarah, madrasah dapat mengidentifikasi kebutuhan, melihat perkembangan pelaksanaan program, serta merumuskan langkah perbaikan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Siti Ajnaimah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan survei tersebut. Menurutnya, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta perlu terus diperkuat agar nilai-nilai kebaikan tidak berhenti pada penyampaian materi pembelajaran, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya madrasah.
“Survei Sahabat KBC ini merupakan langkah strategis untuk mengevaluasi sejauh mana nilai-nilai kasih sayang, kesantunan, dan empati telah tertanam dalam lingkungan madrasah kita. Melalui umpan balik dari guru dan murid, baik dari Kelas Pakjo maupun Jakabaring, kita dapat terus menyempurnakan pendekatan pembelajaran yang humanis, ramah anak, dan berkarakter Islami,” ungkap Ibu Siti Ajnaimah.
Ia menegaskan bahwa pendidikan yang berkualitas harus mampu mengembangkan potensi murid secara utuh. Keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga perlu dilihat dari terbentuknya sikap santun, kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemampuan menghargai orang lain.
Dalam konteks tersebut, Kurikulum Berbasis Cinta menjadi pendekatan yang mendorong terciptanya hubungan positif antara guru dan murid. Suasana pembelajaran yang dilandasi kasih sayang diharapkan mampu membuat murid merasa aman, dihargai, dan termotivasi untuk mengembangkan potensi dirinya.
Nilai-nilai cinta juga dapat diwujudkan melalui kebiasaan sederhana, seperti berbicara dengan santun, menghormati perbedaan, membantu teman yang mengalami kesulitan, menjaga kebersihan lingkungan, serta menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan. Pembiasaan tersebut merupakan bagian penting dalam membangun karakter yang dapat diterapkan di madrasah, keluarga, maupun masyarakat.
Melalui survei ini, MIN 2 Kota Palembang berupaya menghimpun masukan yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta. Informasi yang diperoleh diharapkan membantu madrasah memahami aspek-aspek yang telah berjalan baik sekaligus menentukan bagian yang masih membutuhkan penguatan.
Bagi guru, hasil survei dapat menjadi bahan refleksi untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih memperhatikan kebutuhan murid, membangun komunikasi yang positif, serta mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyelesaian materi, tetapi juga pada proses pembentukan kepribadian.
Sementara itu, keterlibatan murid sebagai responden memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan pengalaman dan pandangan mengenai lingkungan pembelajaran. Masukan tersebut penting untuk mendukung terciptanya suasana madrasah yang ramah anak, menghargai setiap individu, dan mendorong tumbuhnya semangat belajar.
Keterwakilan murid dari Kelas Pakjo dan Kelas Jakabaring juga diharapkan memberikan gambaran yang lebih luas mengenai pengalaman belajar di kedua lokasi. Hasil survei selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penguatan program agar pelaksanaannya semakin sesuai dengan kebutuhan warga madrasah.
Dari sisi kelembagaan, kegiatan ini memperlihatkan pentingnya budaya evaluasi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Pengambilan keputusan yang didukung data dan masukan dari warga madrasah diharapkan dapat membantu pelaksanaan program berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Keterkaitan kegiatan ini dengan Asta Cipta terletak pada kontribusinya terhadap penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan yang mengembangkan pengetahuan sekaligus karakter. Generasi yang unggul bukan hanya generasi yang memiliki kecakapan intelektual, tetapi juga mampu menerapkan nilai moral, menunjukkan kepedulian, serta berkontribusi positif bagi kehidupan bersama.
Oleh karena itu, penguatan Kurikulum Berbasis Cinta menjadi bagian penting dari upaya MIN 2 Kota Palembang dalam menyiapkan murid yang cerdas, terampil, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial. Upaya tersebut membutuhkan konsistensi seluruh warga madrasah, mulai dari pimpinan, guru, tenaga kependidikan, hingga murid.
Melalui pelaksanaan Survei Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, MIN 2 Kota Palembang berharap dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan karakter. Hasil survei diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat praktik pendidikan yang humanis, ramah anak, dan selaras dengan tujuan pengembangan sumber daya manusia.
Dengan semangat Asta Cipta, MIN 2 Kota Palembang berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga menumbuhkan akhlak mulia dan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui pembelajaran yang dilandasi kasih sayang, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, serta siap memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. (an)
