Palembang Kemenag Sumsel
Sebanyak pegawai yang bertugas di MIN 2 Kota Palembang tercantum dalam daftar peserta Orientasi Penguatan Ekoteologi dan Moderasi Beragama bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Agama se-Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan (BDK) Palembang tersebut berlangsung secara klasikal (on campus) pada 21–22 Oktober 2026.
Keikutsertaan para pegawai ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi, integritas, dan profesionalisme aparatur Kementerian Agama, khususnya dalam memahami serta mengimplementasikan nilai-nilai ekoteologi dan moderasi beragama di lingkungan kerja.
Berdasarkan Surat Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palembang Nomor 166/KK.06.05.01/KP.02.3/10/2026 tanggal 20 Oktober 2026, pegawai MIN 2 Kota Palembang yang tercantum sebagai peserta Angkatan VI adalah Nadila Fitriyani, Herry Candra Okirana, M. Al-Fariz Rambang, dan Ermilawati.
Sementara itu, peserta Angkatan VII yang bertugas di MIN 2 Kota Palembang adalah Mukhtar Andri, Dermawansah, Iwan Rahmali, Yuliwati Dengan demikian, terdapat pegawai MIN 2 Kota Palembang yang tercantum dalam surat tugas untuk mengikuti orientasi tersebut.
Orientasi ini merupakan tahapan lanjutan setelah para peserta menyelesaikan pembelajaran kurikulum tahap pertama melalui Massive Open Online Course (MOOC) Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan kurikulum tahap kedua melalui platform pembelajaran Kementerian Agama. Pelaksanaan secara klasikal menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperdalam materi sekaligus memperkuat pemahaman dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah.
Kepala MIN 2 Kota Palembang, Siti Ajnaimah, S.Pd.I., M.Ag., menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap keikutsertaan pegawai dalam kegiatan peningkatan kompetensi tersebut. Menurutnya, pengembangan kapasitas aparatur merupakan bagian penting dalam membangun budaya kerja yang disiplin, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia berharap para pegawai dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab, menyerap materi yang diberikan, serta menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Kami mendukung pegawai untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme melalui kegiatan orientasi ini. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan, memperkuat pemahaman tentang moderasi beragama, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari dan memberikan manfaat bagi madrasah maupun masyarakat,” pesan Ibu Siti Ajnaimah.
Salah satu fokus utama orientasi ini adalah penguatan ekoteologi, yaitu pemahaman mengenai hubungan antara nilai-nilai keagamaan dan tanggung jawab manusia dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui penguatan materi tersebut, aparatur diharapkan semakin menyadari bahwa menjaga kebersihan, merawat alam, mengelola sampah secara bertanggung jawab, dan mencegah kerusakan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam lingkungan madrasah, nilai-nilai ekoteologi dapat diterapkan melalui pembiasaan menjaga kebersihan, merawat tanaman, menghemat penggunaan air dan energi, serta menumbuhkan kepedulian seluruh warga madrasah terhadap lingkungan. Penerapan tersebut juga menjadi bagian dari pendidikan karakter untuk membangun generasi yang bertanggung jawab dan peduli terhadap kelestarian alam.
Selain ekoteologi, moderasi beragama menjadi materi penting dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat. Moderasi beragama mendorong sikap adil, seimbang, toleran, dan saling menghormati tanpa mengabaikan keyakinan masing-masing. Nilai-nilai ini penting bagi aparatur Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan yang profesional, inklusif, dan berkeadilan.
Di lingkungan madrasah, penguatan moderasi beragama dapat diwujudkan melalui keteladanan, pembiasaan sikap saling menghargai, penghormatan terhadap perbedaan, serta penguatan karakter yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Keikutsertaan pegawai MIN 2 Kota Palembang dalam orientasi ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan tahapan pembelajaran, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kualitas kinerja dan pelayanan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara nyata dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis, profesional, dan peduli terhadap kelestarian alam.
Kegiatan tersebut sejalan dengan dukungan terhadap Asta Protas Kementerian Agama, terutama dalam penguatan kerukunan umat beragama dan peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur. Kompetensi yang terus dikembangkan diharapkan mampu memperkuat integritas, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mendukung pelaksanaan tugas secara bertanggung jawab.
Melalui orientasi ini, MIN 2 Kota Palembang terus mendorong peningkatan kapasitas pegawai sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola madrasah yang semakin baik. Penguatan ekoteologi dan moderasi beragama diharapkan menjadi landasan dalam membangun budaya kerja yang berkarakter, memperkuat kerukunan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan demikian, keikutsertaan delapan pegawai MIN 2 Kota Palembang ini menjadi bagian dari komitmen peningkatan kompetensi aparatur Kementerian Agama. Bekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan madrasah, peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta terwujudnya kehidupan beragama yang rukun dan lingkungan yang lestari. (an)
