Palembang Kemenag Sumsel
Dalam upaya menjaga lingkungan madrasah tetap bersih, sehat, aman, dan nyaman menjelang musim hujan, Ketua Komite MIN 2 Kota Palembang, Apif Batubara, bersama Koordinator Sarana dan Prasarana MIN 2 Kota Palembang, Ahyar, melakukan pengecekan sejumlah titik yang rawan tergenang air Kegiatan ini turut didampingi oleh Ketua Tim Adiwiyata MIN 2 Kota Palembang, Silvia Libraeni, serta Fairuz selaku anggota tim yang mendukung koordinasi bidang sarana dan prasarana. Senin, 26/10/2026.
Pengecekan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif menghadapi musim hujan yang berpotensi meningkatkan risiko genangan air di lingkungan madrasah. Sejumlah lokasi diperiksa untuk mengetahui kondisi saluran drainase, kelancaran aliran air, serta titik-titik yang memerlukan penanganan dan perbaikan.
Sebagai tindak lanjut dari pengecekan tersebut, dilakukan upaya perbaikan saluran drainase sekaligus penambahan beberapa gorong-gorong di halaman MIN 2 Kota Palembang. Penambahan gorong-gorong ini menjadi salah satu langkah untuk mendukung kelancaran aliran air hujan, terutama pada area yang membutuhkan jalur aliran tambahan agar air tidak mudah tertahan dan menggenang.
Gorong-gorong berfungsi sebagai saluran yang memungkinkan air mengalir melewati bagian tertentu dari area atau struktur bangunan menuju saluran pembuangan. Dengan penempatan yang sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan, penambahan gorong-gorong diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas aliran air serta mengurangi risiko genangan di titik-titik yang rawan.
Ketua Komite MIN 2 Kota Palembang, Apif Batubara, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap kondisi lingkungan madrasah merupakan tanggung jawab bersama. Upaya perbaikan drainase dan penambahan gorong-gorong menjadi bentuk perhatian terhadap kenyamanan serta keselamatan seluruh warga madrasah.
“Lingkungan madrasah yang bersih, aman, dan nyaman tentu menjadi harapan kita bersama. Karena itu, sebelum curah hujan semakin tinggi, titik-titik yang berpotensi menimbulkan genangan perlu diperiksa dan ditangani. Penambahan beberapa gorong-gorong dan perbaikan saluran air ini diharapkan dapat membantu memperlancar aliran air hujan, sehingga risiko genangan di halaman madrasah dapat dikurangi,” ujar Apif Batubara.
Ia juga berharap kerja sama antara komite, pihak madrasah, tim sarana dan prasarana, serta seluruh warga madrasah dapat terus terjalin dalam menjaga fasilitas yang telah tersedia. Menurutnya, pembangunan dan perbaikan sarana perlu diiringi dengan kepedulian bersama untuk menjaga kebersihan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air.
Sementara itu, Koordinator Sarpras MIN 2 Kota Palembang, Ahyar, menjelaskan bahwa pengecekan lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi saluran air sekaligus menentukan bagian yang membutuhkan penanganan. Penambahan gorong-gorong merupakan salah satu upaya untuk mendukung sistem drainase agar dapat bekerja lebih optimal dalam mengalirkan air hujan.
“Pengecekan ini penting untuk mengetahui titik-titik yang rawan tergenang ketika hujan turun. Selain memperbaiki saluran drainase, kami juga menambahkan beberapa gorong-gorong sesuai kebutuhan di lapangan. Harapannya, aliran air dapat menjadi lebih lancar, air tidak menumpuk di halaman, dan lingkungan madrasah tetap aman serta nyaman untuk kegiatan belajar mengajar,” jelas Ahyar.
Ahyar menambahkan bahwa pemeliharaan sarana dan prasarana perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika masalah sudah muncul. Pemeriksaan berkala terhadap saluran air, gorong-gorong, dan jalur pembuangan diperlukan untuk mengantisipasi penyumbatan serta memastikan aliran air tetap berfungsi dengan baik, khususnya saat intensitas hujan meningkat.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Ketua Tim Adiwiyata MIN 2 Kota Palembang, Silvia Libraeni. Pemeliharaan drainase dan penambahan gorong-gorong sejalan dengan upaya menjaga lingkungan madrasah agar tetap bersih, sehat, dan tertata. Infrastruktur yang baik perlu didukung dengan perilaku warga madrasah yang peduli terhadap kebersihan, sehingga sampah tidak menumpuk dan menghambat aliran air.
Melalui perbaikan saluran drainase dan penambahan beberapa gorong-gorong, MIN 2 Kota Palembang berupaya mengurangi potensi genangan yang dapat mengganggu aktivitas murid, guru, dan tenaga kependidikan. Halaman yang tidak mudah tergenang diharapkan dapat mendukung kenyamanan mobilitas warga madrasah serta mengurangi risiko permukaan yang licin atau berlumpur setelah hujan.
Sinergi antara komite, koordinator sarana dan prasarana, Tim Adiwiyata, serta seluruh warga madrasah diharapkan dapat terus diperkuat. Dengan demikian, upaya mengantisipasi genangan tidak hanya bergantung pada perbaikan fisik, tetapi juga ditunjang oleh kesadaran bersama untuk menjaga fasilitas dan lingkungan madrasah.
Melalui langkah ini, MIN 2 Kota Palembang berharap tercipta lingkungan madrasah yang lebih siap menghadapi musim hujan, dengan saluran drainase yang terawat dan gorong-gorong yang berfungsi optimal. Upaya tersebut menjadi wujud kepedulian bersama untuk mewujudkan lingkungan madrasah yang bersih, sehat, aman, nyaman, dan minim genangan air, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik. (an)
