Palembang Kemenag Sumsel
Suasana berbeda tampak di MIN 2 Kota Palembang pada Selasa pagi, 29 September 2026. Setelah hampir tiga pekan mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sejak 9 September 2026 akibat kondisi kualitas udara Kota Palembang yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan, para peserta didik akhirnya kembali mengikuti pembelajaran secara tatap muka di madrasah. Selasa, 29/09/2026
Sejak pagi, suasana lingkungan MIN 2 Kota Palembang mulai kembali dipenuhi aktivitas peserta didik. Senyum, semangat, dan antusiasme terlihat ketika murid kembali bertemu dengan teman-teman serta guru setelah cukup lama mengikuti proses pembelajaran dari rumah.
Hari pertama ini merupakan bagian dari uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) selama tiga hari, yaitu mulai Selasa, 29 September hingga Kamis, 1 Oktober 2026. Pelaksanaan uji coba tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi kualitas udara, kesehatan peserta didik, serta ketentuan yang tercantum dalam Surat Edaran Wali Kota Palembang Nomor 63 Tahun 2026.
Sebelumnya, MIN 2 Kota Palembang telah melaksanakan PJJ sejak 9 September 2026 sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi kabut asap yang melanda Kota Palembang. Selama pelaksanaan PJJ, kegiatan pembelajaran tetap berlangsung dengan pendampingan guru dan komunikasi bersama orang tua/wali peserta didik.
Kembalinya peserta didik ke madrasah pada hari ini juga merupakan hasil dari proses evaluasi yang dilakukan oleh pihak madrasah. Salah satu bahan pertimbangan adalah hasil pengisian form kesediaan PTM yang dilakukan orang tua/wali peserta didik pada Jumat hingga Senin, 25–28 September 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga Senin, 28 September 2026 pukul 09.38 WIB, sebanyak 52,5 persen orang tua/wali menyatakan bersedia mengikuti PTM, 13,72 persen menyatakan tidak bersedia, sedangkan 33,7 persen belum mengisi form.
Selain data kesediaan orang tua/wali, kondisi kualitas udara juga menjadi perhatian utama madrasah. Pada Senin, 28 September 2026 pukul 09.00 WIB, informasi kualitas udara Palembang menunjukkan angka AQI⁺/PM2.5 sebesar 169, sehingga kondisi udara masih memerlukan kewaspadaan dan pengawasan.
Karena itu, pelaksanaan PTM hari pertama bukan berarti madrasah menganggap kondisi udara telah sepenuhnya aman. Sebaliknya, PTM dilaksanakan sebagai uji coba yang akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan peserta didik.
Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah, S.Pd.I., M.Ag., menyampaikan rasa syukur karena peserta didik dapat kembali mengikuti pembelajaran secara langsung setelah beberapa waktu belajar dari rumah.
“Alhamdulillah, hari ini anak-anak kembali ke madrasah dengan semangat dan antusias. Kita tentu senang melihat mereka dapat kembali bertemu guru dan teman-temannya. Namun, kita tidak boleh lengah. PTM ini masih dalam tahap uji coba dan akan terus kita pantau setiap hari, terutama kondisi kualitas udara dan kesehatan anak-anak,” ujar Siti Ajnaimah.
Menurutnya, semangat peserta didik untuk kembali belajar secara langsung harus tetap diimbangi dengan kewaspadaan. Madrasah akan terus berkoordinasi dengan guru, tenaga kependidikan, orang tua/wali, serta pihak terkait dalam memantau perkembangan kondisi lingkungan.
“Kita ingin pembelajaran berjalan dengan baik, tetapi kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap menjadi prioritas. Jika kondisi udara memburuk, kita akan melakukan penyesuaian sesuai ketentuan yang berlaku. Jadi, keputusan pembelajaran akan selalu melihat kondisi aktual di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Bidang Kemuridan MIN 2 Kota Palembang, Ibu Rosada, menyampaikan bahwa pada hari pertama PTM pihaknya turut melakukan pemantauan terhadap kondisi peserta didik sejak mereka datang hingga mengikuti proses pembelajaran.
Menurut Rosada, pemantauan tidak hanya dilakukan terhadap kehadiran peserta didik, tetapi juga terhadap kondisi kesehatan dan kenyamanan mereka selama berada di lingkungan madrasah.
“Anak-anak terlihat sangat bersemangat kembali ke madrasah. Namun, kami tetap mengingatkan mereka untuk menjaga kesehatan, menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan dan segera melapor kepada guru apabila merasa kurang sehat atau mengalami keluhan pernapasan,” jelas Rosada.
Dalam pelaksanaan uji coba PTM ini, MIN 2 Kota Palembang akan melakukan pemantauan terhadap beberapa aspek penting. Kondisi kualitas udara. Nilai ISPU/AQI akan terus dipantau melalui sumber informasi resmi. Perubahan kualitas udara menjadi salah satu dasar evaluasi keberlanjutan PTM. Kondisi kesehatan peserta didik. Guru dan pihak madrasah akan memperhatikan apabila terdapat peserta didik yang mengalami batuk, sesak napas, pusing, iritasi mata, atau keluhan kesehatan lainnya.
Peserta didik dan warga madrasah diimbau menggunakan masker sesuai kondisi dan arahan madrasah, khususnya ketika berada di lingkungan yang berpotensi terpapar polusi udara. Kegiatan yang melibatkan peserta didik di ruang terbuka akan disesuaikan dengan kondisi kualitas udara. Kegiatan olahraga dan aktivitas lainnya dapat dipindahkan atau disesuaikan apabila kondisi udara tidak mendukung.
Lingkungan pembelajaran di dalam kelas diupayakan tetap nyaman dan terlindung dari paparan asap. Guru juga akan memperhatikan kondisi peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Madrasah akan mencatat kehadiran sekaligus memperhatikan kondisi peserta didik sebagai bagian dari evaluasi harian.
Sesuai ketentuan Surat Edaran Wali Kota Palembang Nomor 63 Tahun 2026, perubahan moda pembelajaran dapat dilakukan berdasarkan perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan warga satuan pendidikan.
Ibu Rosada menambahkan bahwa dukungan orang tua sangat dibutuhkan selama masa uji coba ini. Orang tua diharapkan memastikan anak dalam keadaan sehat sebelum berangkat ke madrasah dan segera memberikan informasi kepada wali kelas apabila anak mengalami gangguan kesehatan.
“Kami berharap orang tua terus berkomunikasi dengan madrasah. Jika anak dalam kondisi kurang sehat, jangan dipaksakan untuk mengikuti PTM. Lebih baik kondisi anak diinformasikan kepada wali kelas sehingga madrasah dapat mengambil langkah yang tepat,” ungkap Ibu Rosada.
Kembalinya peserta didik hari ini juga menjadi momentum penting bagi warga MIN 2 Kota Palembang. Setelah beberapa waktu kegiatan belajar berlangsung dari rumah, interaksi langsung antara guru dan peserta didik kembali terbangun. Guru dapat memberikan pendampingan secara langsung, sementara peserta didik kembali merasakan suasana belajar bersama teman-temannya.
Meski demikian, suasana penuh semangat tersebut tetap diiringi dengan kewaspadaan. Seluruh warga madrasah diingatkan bahwa pelaksanaan PTM selama tiga hari ini merupakan uji coba dan bukan keputusan permanen.
MIN 2 Kota Palembang akan melakukan evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi setiap hari. Apabila kualitas udara memburuk atau terdapat kondisi yang dinilai berisiko terhadap kesehatan peserta didik, madrasah dapat melakukan penyesuaian, termasuk kembali melaksanakan PJJ.
Kepala MIN 2 Kota Palembang kembali mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan PTM tidak hanya ditentukan oleh kesiapan madrasah, tetapi juga oleh kedisiplinan seluruh warga madrasah dalam menjaga kesehatan.
“Semoga kondisi udara semakin membaik sehingga anak-anak dapat terus belajar dengan nyaman di madrasah. Kami mengajak seluruh guru, tenaga kependidikan, peserta didik dan orang tua untuk bersama-sama menjaga kesehatan, mengikuti arahan, serta terus memantau informasi resmi mengenai kualitas udara,” pungkas Siti Ajnaimah.
Hari pertama PTM akhirnya menjadi momentum kembalinya keceriaan peserta didik di lingkungan MIN 2 Kota Palembang. Setelah menjalani PJJ sejak 9 September 2026, semangat mereka untuk kembali belajar secara langsung menjadi energi positif bagi seluruh warga madrasah.
Namun, semangat tersebut tetap berjalan beriringan dengan prinsip kehati-hatian. Belajar kembali di madrasah, tetap sehat, tetap waspada, dan terus memantau kondisi udara menjadi komitmen bersama MIN 2 Kota Palembang selama pelaksanaan uji coba PTM ini. (an)
