Palembang, Kemenag Sumsel
Mushola MIN 2 Kota Palembang setiap harinya menjadi saksi semangat siswa-siswi dalam menyetorkan hafalan Al-Qur’an. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Ustad Sholihin, dengan target besar yaitu menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an dan menghadirkan wisuda majelis kubro bagi para penghafal yang tuntas. Rabu 17 September 2025.
Program tahfidz ini diikuti oleh 50 siswa dari berbagai tingkatan kelas. Mereka tekun menjalani proses setoran harian dengan menggunakan metode kombinasi antara talaqqi (mendengar dan menyimak bacaan guru) serta metode ummi (membaca dengan tartil, pemahaman, dan pengulangan). Kedua metode ini dipilih agar siswa tidak hanya menghafal secara lisan, tetapi juga memahami serta mampu menjaga kualitas bacaannya.
Manfaat menghafal Al-Qur’an tidak hanya terbatas pada aspek religius, tetapi juga berpengaruh pada akhlak, kecerdasan, dan ketenangan jiwa. Anak-anak yang terbiasa dengan bacaan Al-Qur’an akan lebih terlatih dalam disiplin, fokus, dan memiliki keteguhan hati. Selain itu, Al-Qur’an menjadi cahaya yang membimbing mereka dalam kehidupan sehari-hari hingga akhir hayat.
Hingga saat ini, sejumlah siswa telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Di antaranya, Kemas Muhammad Fatih berhasil menghafal 21 juz, Syifa Syarifah 9 juz, Qonita Amira Al Isnaeni 5 juz, serta Maryam Haniyyah 3 juz. Sementara siswa-siswi lain, seperti M. Kandra Syah, M. Zio Arrazi Satria, Faiz Ahmad Al Kanaja, hingga Novil Dayanti, masing-masing telah menyelesaikan hafalan 2 juz.
Kegiatan setoran hafalan ini tidak hanya menumbuhkan semangat siswa, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan. Siswa saling menyemangati satu sama lain, sedangkan guru terus mendampingi dengan penuh kesabaran. Dengan demikian, suasana Mushola MIN 2 Kota Palembang setiap hari selalu dipenuhi lantunan ayat-ayat suci yang menyejukkan hati.
Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah, memberikan apresiasi besar terhadap program ini. “Kami sangat mendukung kegiatan tahfidz ini karena Al-Qur’an adalah cahaya kehidupan. Anak-anak bukan hanya ditargetkan menghafal 30 juz, tetapi juga diharapkan mampu mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Inilah murojaah tertinggi yang ingin kami capai,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa program tahfidz ini adalah salah satu wujud nyata madrasah dalam membentuk generasi Qur’ani. Dengan adanya program ini, diharapkan lulusan MIN 2 Kota Palembang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan menjadi teladan di masyarakat.
Wali siswa pun merasa senang dengan adanya program ini. Salah satu orang tua menyampaikan, “Kami sangat berterima kasih kepada pihak madrasah. Dengan adanya program tahfidz, anak-anak kami semakin rajin, lebih disiplin, dan hafalan Al-Qur’annya semakin baik. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi bekal berharga untuk anak-anak di masa depan.”
Ustad Sholihin selaku pembimbing menegaskan bahwa konsistensi adalah kunci utama dalam menghafal Al-Qur’an. Melalui talaqqi, siswa mendapat bimbingan langsung dari guru agar hafalan mereka terjaga. Sementara dengan metode ummi, siswa dilatih membaca dengan tartil, mengulang dengan konsisten, dan memahami makna bacaan. Kombinasi keduanya menjadi strategi efektif untuk mencapai target hafalan.
Dengan tekad kuat, dukungan guru, doa dari orang tua, serta komitmen madrasah, siswa-siswi MIN 2 Kota Palembang diharapkan mampu menuntaskan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Lebih dari itu, mereka diharapkan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup hingga akhir hayat, sehingga visi membentuk generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing dapat terwujud. (an)
