Palembang Kemenag Sumsel
MIN 2 Kota Palembang kembali melaksanakan pembiasaan ibadah melalui kegiatan Sholat Dhuha berjamaah yang diikuti oleh seluruh peserta didik kelas III, IV, V, dan VI. Kegiatan yang berlangsung di halaman MIN 2 Kota Palembang Pakjo dan Jakabaring ini menjadi bagian dari program pembinaan karakter madrasah yang bertujuan membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, disiplin, serta bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi. Jumat (31/07/2026)
Pelaksanaan Sholat Dhuha berjamaah dipimpin oleh Bapak Afdala selaku imam. Setelah selesai menunaikan sholat, seluruh peserta didik melanjutkan rangkaian kegiatan dengan membaca doa bersama, bersholawat, dan berzikir. Pembacaan doa dan zikir dipimpin oleh siswa kelas VI serta dibimbing oleh Bapak Ahyar, didampingi Ustaz Abdul Kholik dan Ustaz Yuridullah, sehingga suasana pagi di madrasah terasa khusyuk dan penuh keberkahan.
Usai kegiatan ibadah, Bapak Afdala memberikan pembinaan kepada seluruh peserta didik dengan mengangkat tema “Gadget Mendekatkan yang Jauh, Namun Dapat Menjauhkan yang Dekat.” Dalam pembinaannya, beliau mengingatkan bahwa kemajuan teknologi merupakan nikmat Allah SWT yang harus dimanfaatkan secara bijaksana. Gadget bukanlah sesuatu yang harus dijauhi, tetapi penggunaannya harus dilandasi niat yang baik serta memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Beliau juga mengutip pesan Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
(HR. Bukhari No. 6018 dan Muslim No. 47).
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa setiap ucapan, termasuk tulisan dan komentar yang disampaikan melalui telepon genggam maupun media sosial, hendaknya berisi kebaikan dan tidak menyakiti orang lain.
Selain itu, peserta didik juga diingatkan pentingnya menjaga adab ketika berinteraksi dengan orang lain. Saat sedang berbicara dengan guru, orang tua, tamu, maupun teman, penggunaan telepon genggam sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan kesan tidak menghargai lawan bicara. Rasulullah SAW memberikan teladan akhlak yang sangat mulia. Dari riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa:
“Apabila Rasulullah SAW menoleh kepada seseorang, beliau menoleh dengan seluruh badannya.”
(HR. Abu Dawud No. 4860, dinilai hasan oleh para ulama).
Teladan tersebut menunjukkan sikap hormat, perhatian penuh, dan rendah hati ketika berinteraksi dengan orang lain, sehingga menjadi contoh yang patut diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pembinaannya, Bapak Afdala juga menyampaikan beberapa poin penting mengenai penggunaan gadget yang bijak, di antaranya:
- Menggunakan gadget untuk mencari ilmu dan menambah wawasan.
- Memanfaatkan perangkat digital untuk mengakses buku elektronik, video pembelajaran, dan materi pelajaran.
- Mengikuti pembelajaran daring serta mengerjakan tugas sekolah dengan penuh tanggung jawab.
- Menggunakan aplikasi pendidikan, kamus digital, Al-Qur’an digital, dan media pembelajaran yang bermanfaat.
- Membatasi waktu penggunaan gadget agar tidak mengganggu waktu belajar, beribadah, dan berinteraksi dengan keluarga.
- Menghindari penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, maupun konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
- Menjaga etika dalam berkomunikasi di media sosial serta menggunakan bahasa yang santun.
- Mengutamakan komunikasi langsung dengan orang tua, guru, dan teman ketika sedang bersama mereka sebagai bentuk penghormatan.
Sementara itu, Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah, menyampaikan bahwa pembiasaan ibadah yang dipadukan dengan pembinaan karakter merupakan bagian penting dalam membentuk generasi madrasah yang unggul, religius, dan cakap menghadapi era digital.
“Madrasah tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak peserta didik. Di era digital seperti sekarang, anak-anak harus mampu memanfaatkan gadget sebagai sarana belajar, memperluas wawasan, dan meningkatkan prestasi, bukan sebagai penyebab berkurangnya kepedulian terhadap orang-orang di sekitarnya. Melalui pembiasaan ibadah dan pembinaan seperti ini, kami berharap lahir generasi yang cerdas secara intelektual, kuat spiritualnya, serta santun dalam berinteraksi, baik di dunia nyata maupun di dunia digital,” ujar Ibu Siti Ajnaimah.
Melalui kegiatan rutin ini, MIN 2 Kota Palembang terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang seimbang antara pembinaan keimanan, akhlak, dan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab sehingga peserta didik tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan zaman. (an)
