Palembang Kemenag Sumsel
Kegiatan Pesantren Ramadhan di MIN 2 Kota Palembang terus berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari para siswa. 6, siswa kelas V mengikuti kegiatan pembinaan keagamaan yang dilaksanakan di aula madrasah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan yang rutin dilaksanakan setiap bulan suci, Kamis, 12/03/2026.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas V dengan didampingi oleh para guru yang bertugas. Sejak pagi hari, para siswa telah berkumpul di aula untuk mengikuti materi yang disampaikan oleh pemateri dari lingkungan madrasah.
Pada kegiatan kali ini, materi yang diberikan berfokus pada metode menghafal Al-Qur’an yang disampaikan oleh salah satu guru di madrasah tersebut, yaitu Trisnawati. Materi ini diberikan untuk menumbuhkan semangat siswa dalam mencintai Al-Qur’an sekaligus memberikan teknik yang tepat agar proses menghafal menjadi lebih mudah dan menyenangkan.
Dalam penyampaiannya, Trisnawati menjelaskan bahwa menghafal Al-Qur’an bukan hanya sekadar kegiatan mengingat ayat, tetapi juga merupakan bagian dari ibadah yang memiliki nilai pahala besar di sisi Allah SWT. Selain itu, menghafal Al-Qur’an juga dapat membentuk karakter siswa menjadi lebih disiplin, sabar, dan memiliki akhlak yang baik.
Ia juga menyampaikan bahwa sejak usia madrasah dasar merupakan waktu yang sangat baik untuk mulai menghafal Al-Qur’an. Pada usia tersebut, daya ingat anak masih sangat kuat sehingga proses menghafal dapat dilakukan dengan lebih efektif.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan beberapa metode menghafal Al-Qur’an yang dapat membantu mereka menghafal dengan lebih mudah. Metode pertama adalah metode talqin, yaitu metode di mana guru membaca ayat Al-Qur’an terlebih dahulu kemudian diikuti oleh para siswa secara berulang-ulang hingga mereka mampu mengingatnya dengan baik.
Metode kedua adalah tikrar, yaitu metode mengulang ayat yang sama berkali-kali hingga benar-benar melekat dalam ingatan. Dengan cara ini, siswa dapat memperkuat hafalan sehingga tidak mudah lupa.
Metode berikutnya adalah metode memahami makna ayat. Dalam metode ini, siswa tidak hanya menghafal lafaz ayat, tetapi juga memahami arti atau pesan yang terkandung di dalamnya. Dengan memahami makna ayat, proses menghafal biasanya akan menjadi lebih mudah karena siswa mengetahui isi dari ayat tersebut.
Selain itu, terdapat juga metode setoran hafalan, yaitu metode di mana siswa menyetorkan hafalan mereka kepada guru secara langsung. Melalui metode ini, guru dapat mengecek kelancaran serta ketepatan bacaan siswa sesuai dengan kaidah tajwid.
Trisnawati juga menjelaskan bahwa konsistensi merupakan kunci utama dalam menghafal Al-Qur’an. Siswa dianjurkan untuk menghafal sedikit demi sedikit tetapi dilakukan secara rutin setiap hari.
Ia juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak mudah menyerah dalam proses menghafal. Menurutnya, setiap usaha yang dilakukan untuk menghafal Al-Qur’an akan mendapatkan pahala dan keberkahan dalam kehidupan.
Salah satu alasan penting mengapa umat Islam dianjurkan untuk menghafal Al-Qur’an adalah karena Al-Qur’an merupakan kitab suci yang menjadi pedoman hidup bagi umat Islam. Dengan menghafalnya, seseorang akan lebih mudah mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya.
Selain itu, para penghafal Al-Qur’an juga memiliki kedudukan yang mulia. Dalam berbagai hadis disebutkan bahwa orang yang menghafal Al-Qur’an akan mendapatkan keutamaan di dunia maupun di akhirat.
Menghafal Al-Qur’an juga dapat melatih konsentrasi, memperkuat daya ingat, serta membentuk kebiasaan disiplin dalam belajar. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting diberikan kepada siswa sejak usia dini.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan. Mereka mendengarkan penjelasan dengan serius serta ikut mempraktikkan beberapa metode menghafal yang diajarkan oleh pemateri.
Para guru yang bertugas dalam kegiatan Pesantren Ramadhan juga turut mendampingi siswa agar kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Kehadiran para guru menjadi bentuk dukungan madrasah dalam membimbing siswa untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan karakter religius yang terus dikembangkan oleh madrasah. Melalui kegiatan Pesantren Ramadhan, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga belajar mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya pembinaan seperti ini, diharapkan para siswa dapat semakin mencintai Al-Qur’an serta termotivasi untuk mulai menghafal ayat-ayat suci sejak usia madrasah dasar.
Kegiatan Pesantren Ramadhan di MIN 2 Kota Palembang diharapkan dapat menjadi sarana pembentukan generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an. (an)
