Palembang Kemenag Sumsel
MIN 2 Kota Palembang melaksanakan kegiatan tadarus Al-Qur’an yang akan berlangsung hingga 13 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan budaya religius di lingkungan madrasah sekaligus wujud dukungan terhadap program unggulan Kementerian Agama Kota Palembang. Senin, 23/02/2026
Kegiatan tadarus ini diikuti oleh seluruh guru dan pegawai MIN 2 Kota Palembang. Pelaksanaannya dilakukan secara berkelompok dengan penuh kekhusyukan dan semangat kebersamaan. Setiap kelompok terdiri dari sekitar 10 hingga 12 orang.
Dalam pelaksanaannya, masing-masing kelompok memiliki target untuk mengkhatamkan 30 juz Al-Qur’an. Target tersebut menjadi komitmen bersama yang harus diselesaikan selama periode kegiatan berlangsung. Dengan sistem pembagian juz, setiap anggota kelompok memiliki tanggung jawab membaca bagian tertentu.
Program ini tidak hanya berorientasi pada kuantitas bacaan, tetapi juga pada kualitas. Oleh karena itu, kegiatan tadarus ini mendukung program Tahsin Al-Qur’an Eksklusif Kemenag (TAQWEKEN), yaitu program peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
TAQWEKEN menekankan pentingnya membaca Al-Qur’an sesuai kaidah ilmu tajwid dan makharijul huruf yang benar. Dalam konteks ilmiah, tajwid merupakan disiplin ilmu yang mengatur tata cara pelafalan huruf hijaiyah agar sesuai dengan sifat dan tempat keluarnya huruf. Ketepatan makhraj sangat penting karena kesalahan pelafalan dapat mengubah makna ayat.
Dengan demikian, kegiatan tadarus di MIN 2 Kota Palembang bukan sekadar membaca, tetapi juga menjadi sarana memperbaiki dan menyempurnakan bacaan. Guru dan pegawai saling mengingatkan apabila terdapat kesalahan dalam panjang pendek bacaan, hukum nun mati, mim mati, maupun hukum mad.
Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari kerja selama periode yang telah ditentukan. Suasana kebersamaan terlihat jelas ketika masing-masing kelompok duduk melingkar dan membaca Al-Qur’an secara bergantian.
Secara pedagogis, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan di madrasah. Guru yang memiliki bacaan Al-Qur’an yang baik akan lebih percaya diri dalam membimbing siswa, terutama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan praktik ibadah.
Selain itu, pembiasaan membaca Al-Qur’an secara konsisten terbukti dapat meningkatkan konsentrasi, ketenangan batin, serta kedisiplinan. Hal ini sangat penting bagi tenaga pendidik yang setiap hari berinteraksi dengan peserta didik.
Terdapat beberapa manfaat utama dari kegiatan ini. Pertama, meningkatkan kompetensi keagamaan guru dan pegawai dalam membaca Al-Qur’an secara benar dan tartil. Kedua, memperkuat ukhuwah dan kekompakan antarpegawai melalui ibadah bersama. Ketiga, membangun budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai spiritual.
Kegiatan ini juga menjadi contoh nyata implementasi nilai ASN BerAKHLAK, khususnya dalam aspek religiusitas dan integritas. Dengan memperbaiki bacaan Al-Qur’an, ASN menunjukkan komitmen untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri.
Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah dalam menyampaikan bahwa kegiatan tadarus ini merupakan bagian dari upaya membangun madrasah yang hidup dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Beliau menegaskan bahwa madrasah harus menjadi pelopor dalam membudayakan literasi Al-Qur’an.
Beliau juga menyampaikan bahwa dukungan terhadap program TAQWEKEN merupakan bentuk keseriusan MIN 2 Kota Palembang dalam meningkatkan kualitas bacaan seluruh guru dan pegawai. “Kita tidak hanya ingin membaca Al-Qur’an, tetapi membacanya dengan benar, memahami maknanya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar beliau.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi kebiasaan yang berkelanjutan, bukan hanya kegiatan sesaat. Menurutnya, pembiasaan yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter religius yang kuat.
Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Setiap kelompok menunjukkan kesungguhan dalam menyelesaikan target bacaan masing-masing. Koordinasi antaranggota kelompok juga berjalan dengan baik.
Dengan jumlah anggota 10 hingga 12 orang per kelompok, pembagian juz menjadi lebih ringan dan terstruktur. Hal ini memungkinkan target khatam 30 juz dapat tercapai secara efektif dalam waktu yang telah ditentukan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana introspeksi diri bagi seluruh peserta. Membaca Al-Qur’an secara rutin memberikan ruang refleksi, memperbaiki niat, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Dalam konteks pendidikan karakter, kegiatan tadarus ini juga menjadi fondasi penting dalam membangun keteladanan. Siswa yang melihat guru dan pegawai aktif membaca Al-Qur’an akan terdorong untuk meniru kebiasaan baik tersebut.
Melalui kegiatan ini, MIN 2 Kota Palembang semakin menegaskan identitasnya sebagai madrasah yang unggul dalam prestasi dan kokoh dalam spiritualitas. Sinergi antara program madrasah dan program Kementerian Agama menjadi kekuatan utama dalam membangun kualitas pendidikan yang berimbang.
Diharapkan hingga 13 Maret 2026 mendatang, seluruh kelompok dapat menyelesaikan target khatam 30 juz dengan lancar. Lebih dari itu, semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an diharapkan terus tumbuh dan menjadi budaya yang mengakar di lingkungan MIN 2 Kota Palembang. (an)
