Palembang Kemenag Sumsel
MIN 2 Kota Palembang melaksanakan kegiatan pembelajaran olahraga lapangan bersama siswa kelas 5C dengan materi permainan bola kasti. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Guru PJOK, Bapak Aris, dan dilaksanakan di lapangan madrasah. Rabu, 19/11/2025
Siswa tampak sangat bersemangat mengikuti kegiatan. Mereka berkumpul di lapangan dengan suasana antusias, siap mengikuti instruksi dan permainan yang telah disiapkan.
Bola kasti dipilih sebagai bagian dari pembelajaran karena merupakan salah satu permainan tradisional yang memiliki nilai budaya kuat serta banyak melatih kemampuan motorik anak. Permainan ini juga mudah diterapkan untuk siswa tingkat ibtidaiyah
Dalam pengantar kegiatan, Bapak Aris menyampaikan bahwa bola kasti memiliki hubungan yang erat dengan berbagai permainan daerah seperti gobak sodor, bentengan, dan galah asin. Kesamaan utamanya terletak pada unsur kerja sama, ketangkasan, dan strategi.
Sebelum permainan dimulai, siswa mengikuti sesi pemanasan bersama. Pemanasan dilakukan untuk memastikan tubuh siap bergerak aktif sehingga risiko cedera dapat diminimalkan.
Setelah itu, Bapak Aris memberikan penjelasan mengenai aturan dan teknik dasar dalam permainan bola kasti. Ia menyampaikan penjelasan secara perlahan agar mudah dipahami seluruh siswa.
Aturan pertama yang diperkenalkan adalah pembagian pemain ke dalam dua regu, yaitu regu pemukul dan regu penjaga. Setiap regu memiliki peran yang sangat penting dalam berjalannya permainan.
Regu pemukul bertugas memukul bola menggunakan tongkat dan kemudian berlari menuju ruang bebas untuk mendapatkan poin. Pukulan harus dilakukan dengan strategi agar bola tidak mudah ditangkap lawan.
Sementara itu, regu penjaga bertugas mengejar dan menangkap bola yang dipukul. Jika bola berhasil ditangkap sebelum jatuh, pemain pemukul dinyatakan mati dan tidak dapat melanjutkan lari.
Poin diberikan kepada pemain yang berhasil kembali ke ruang bebas tanpa terkena lemparan ataupun sentuhan regu penjaga. Tim yang mengumpulkan poin terbanyak menjadi pemenang.
Dalam arahannya, Bapak Aris juga menyampaikan bahwa permainan bola kasti memiliki nilai edukatif yang serupa dengan permainan daerah lainnya. Melalui permainan ini, siswa dapat belajar strategi, komunikasi, dan kebersamaan.
Setelah seluruh aturan dipahami, permainan pun dimulai. Suasana lapangan langsung menjadi sangat hidup dengan teriakan semangat dari para siswa yang mengikuti permainan.
Beberapa siswa menunjukkan kemampuan memukul bola dengan sangat baik, sementara yang lain tampak cekatan menangkap bola dan berlari menuju ruang aman. Sorakan teman-teman menambah suasana semakin meriah.
Permainan berlangsung kondusif dan penuh sportivitas. Guru PJOK terus mengawasi jalannya permainan agar tetap aman dan tertib.
Selain melatih fisik, permainan bola kasti memberikan manfaat lain seperti meningkatkan koordinasi tangan dan mata, melatih kecepatan berlari, serta memperkuat daya tahan tubuh siswa. Aktivitas seperti ini sangat cocok untuk perkembangan anak.
Dengan bermain dalam kelompok, siswa juga belajar berkomunikasi, memahami peran masing-masing, dan saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama. Nilai-nilai ini menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter.
Menjelang akhir kegiatan, Bapak Aris memberikan apresiasi kepada seluruh siswa atas antusiasme dan kerja sama yang mereka tunjukkan selama permainan berlangsung.
Dalam keterangannya, beliau menyampaikan, “Saya sangat bangga dengan semangat anak-anak hari ini. Bola kasti bukan sekadar permainan, tetapi juga sarana pembelajaran tentang kekompakan, keberanian, dan sportivitas.”
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi pendinginan bersama. Seluruh siswa tampak ceria dan puas setelah mengikuti pembelajaran olahraga yang menyenangkan dan penuh manfaat.
MIN 2 Kota Palembang berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya mendidik siswa melalui olahraga sekaligus melestarikan permainan tradisional Indonesia. (an)
