Palembang Kemenag Sumsel
Kepala MIN 2 Kota Palembang, Siti Ajnaimah menghadiri kegiatan Kick Off Kerja Sama Program Edukasi Kebanksentralan pada Jenjang Pendidikan Aliyah, Tsanawiyah, dan Ibtidaiyah yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Serbaguna Kantor Perwakilan BI Sumsel, Palembang, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi strategis antara Kementerian Agama dan Bank Indonesia dalam memperkuat edukasi kebanksentralan, literasi keuangan, digitalisasi pembayaran, perlindungan konsumen, serta pengembangan inovasi pendidikan di lingkungan madrasah se-Sumatera Selatan. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Kesepahaman oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, bersama Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan.
Kehadiran Kepala MIN 2 Kota Palembang bersama para kepala madrasah negeri se-Kota Palembang menjadi bentuk dukungan terhadap program edukasi yang dinilai memiliki manfaat penting bagi peserta didik sejak jenjang pendidikan dasar. Melalui program tersebut, siswa madrasah diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, transaksi digital, serta perkembangan sistem pembayaran yang semakin berkembang di era digital.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala MIN 2 Kota Palembang, Siti Ajnaimah, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara Kemenag Sumsel dan Bank Indonesia. Menurutnya, edukasi literasi keuangan sangat relevan diberikan sejak usia sekolah dasar agar peserta didik terbiasa mengenal pengelolaan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.
“Kami sangat menyambut baik program edukasi kebanksentralan ini. Bagi peserta didik di madrasah ibtidaiyah, pengenalan literasi keuangan sejak dini sangat penting agar mereka memiliki kebiasaan mengelola uang dengan baik, memahami manfaat transaksi digital secara bijak, serta mampu membedakan kebutuhan dan keinginan. Tentunya pendidikan ini akan semakin kuat jika dipadukan dengan nilai-nilai akhlak dan karakter yang menjadi bagian penting dalam pendidikan madrasah,” ujar Siti Ajnaimah.
Ia menambahkan bahwa MIN 2 Kota Palembang siap mendukung implementasi program tersebut di lingkungan madrasah. Edukasi mengenai keuangan dan pembayaran digital dapat dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran maupun aktivitas pendukung lainnya dengan tetap menyesuaikan usia dan tingkat pemahaman peserta didik.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan seremoni, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk edukasi yang berkelanjutan dan mudah dipahami oleh anak-anak. Dengan demikian, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara finansial, bijak dalam menggunakan teknologi, dan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman serta akhlak mulia,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menjelaskan bahwa pemahaman mengenai literasi keuangan dan kebanksentralan perlu dibangun sejak dini melalui lingkungan pendidikan. Materi yang diberikan nantinya tidak hanya berkaitan dengan pengenalan fungsi Bank Indonesia, tetapi juga diarahkan pada hal-hal yang dekat dengan kehidupan peserta didik, seperti transaksi digital menggunakan QRIS di lingkungan kantin madrasah, perlindungan konsumen, dan pengelolaan keuangan pribadi.
Menurutnya, sinergi dengan lembaga pendidikan menjadi bagian penting agar kebijakan dan edukasi Bank Indonesia dapat dipahami serta diterapkan secara lebih luas oleh masyarakat.
Kakanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, juga menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai madrasah dan pondok pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari penguatan literasi dan edukasi kebanksentralan di Sumatera Selatan. Hal tersebut didukung oleh banyaknya lembaga pendidikan madrasah dan pesantren yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.
Syafitri juga menegaskan bahwa pendidikan madrasah memiliki keunggulan karena memadukan pendidikan umum dengan pembentukan akhlak dan adab. Karena itu, edukasi literasi keuangan dan kebanksentralan diharapkan dapat berjalan seiring dengan pembentukan karakter peserta didik.
Bagi MIN 2 Kota Palembang, kolaborasi tersebut menjadi peluang untuk terus menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi pembayaran digital diharapkan dapat menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang membantu peserta didik memahami kehidupan ekonomi secara sederhana, aman, dan bertanggung jawab.
Dengan dimulainya kerja sama antara Kanwil Kemenag Sumsel dan Bank Indonesia Sumsel ini, MIN 2 Kota Palembang berkomitmen mendukung berbagai program edukasi yang memberikan dampak positif bagi peserta didik. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi madrasah yang berilmu, berakhlak, melek teknologi, serta memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak sejak dini. (an)
