min2palembang.sch.id Berita Jumat Penuh Berkah, MIN 2 Kota Palembang Tanamkan Rasa Syukur Melalui Pembacaan Yasin Bersama dan Tausiah Keagamaan

Jumat Penuh Berkah, MIN 2 Kota Palembang Tanamkan Rasa Syukur Melalui Pembacaan Yasin Bersama dan Tausiah Keagamaan

Palembang Kemenag Sumsel

Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti halaman MIN 2 Kota Palembang pada Jumat pagi saat seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan Pembacaan Surah Yasin Bersama yang menjadi bagian dari pembinaan karakter religius di lingkungan madrasah. Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Jumat ini bertujuan untuk memperkuat keimanan, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, sekaligus membentuk karakter peserta didik yang berakhlakul karimah. Jumat, 24/07/2026

Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama yang dipimpin oleh guru pembimbing. Seluruh siswa mengikuti rangkaian pembacaan dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Setelah pembacaan Yasin selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kisah inspiratif oleh beberapa siswa kelas VI yang menceritakan pengalaman serta hikmah kehidupan yang sarat akan nilai-nilai kejujuran, kerja keras, kepedulian, dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Puncak kegiatan diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah. Dalam tausiahnya, beliau mengangkat tema “Mensyukuri Nikmat Allah SWT dalam Kehidupan Sehari-hari”.

Beliau menjelaskan bahwa bersyukur merupakan sikap menyadari sepenuhnya bahwa seluruh nikmat yang dimiliki, baik kesehatan, ilmu, keluarga, rezeki, waktu, maupun kesempatan belajar, merupakan karunia Allah SWT yang wajib disyukuri. Rasa syukur tidak hanya diucapkan melalui lisan dengan mengucapkan Alhamdulillah, tetapi juga diwujudkan melalui hati yang ikhlas dan perbuatan yang mencerminkan ketaatan kepada Allah.

Dalam penjelasannya, Ibu Siti Ajnaimah menyampaikan bahwa terdapat beberapa cara untuk menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT, di antaranya:

  • Mengucapkan pujian kepada Allah atas setiap nikmat yang diterima.
  • Melaksanakan ibadah dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk ketaatan.
  • Memanfaatkan nikmat yang diberikan Allah untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat.
  • Belajar dengan rajin, menghormati orang tua dan guru, serta menjaga akhlak mulia.
  • Gemar berbagi dan membantu sesama sebagai bentuk syukur atas rezeki yang dimiliki.
  • Menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan sebagai amanah dari Allah SWT.

Dalam tausiahnya beliau berpesan,

“Anak-anak yang hebat adalah anak-anak yang selalu bersyukur. Jangan hanya melihat apa yang belum kita miliki, tetapi lihatlah begitu banyak nikmat Allah yang telah kita rasakan setiap hari. Dengan bersyukur, hati menjadi tenang, ilmu menjadi berkah, dan Allah akan menambah nikmat kepada hamba-Nya. Jadikan rasa syukur sebagai kebiasaan dalam setiap langkah kehidupan, baik di rumah maupun di madrasah.”

Beliau juga mengajak seluruh peserta didik agar menjadikan rasa syukur sebagai karakter utama dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menjadi generasi yang rendah hati, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Selain menjadi sarana pembinaan keagamaan, kegiatan pembacaan Surah Yasin bersama memberikan berbagai manfaat bagi peserta didik, antara lain meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, membiasakan membaca ayat-ayat suci secara rutin, menenangkan hati, mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan madrasah, menumbuhkan sikap disiplin dalam beribadah, serta membentuk karakter religius yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan.

Adapun rangkaian kegiatan Jumat religius di MIN 2 Kota Palembang meliputi:

  • Pembacaan Surah Yasin bersama seluruh warga madrasah.
  • Penyampaian kisah inspiratif oleh siswa kelas VI.
  • Tausiah keagamaan oleh Kepala MIN 2 Kota Palembang.
  • Penanaman nilai syukur, akhlak mulia, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
  • Penguatan karakter religius sebagai bagian dari pembiasaan positif di madrasah.

Melalui kegiatan ini, MIN 2 Kota Palembang terus berkomitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter spiritual peserta didik. Pembiasaan membaca Al-Qur’an, mendengarkan tausiah, serta menanamkan nilai syukur diharapkan mampu melahirkan generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan siap menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. (an)

1 Likes

Author: andre