Palembang, Kemenag Sumsel
MIN 2 Kota Palembang memulai pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Tahun 2025 dengan penuh semangat. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah, S.Pd.I., M.Ag., pada Senin pagi, 22/09/2025, bertempat di Laboratorium Komputer MIN 2 Kota Palembang, Lokasi Pakjo.
Pada hari pertama, sebanyak 38 siswa turut serta mengikuti asesmen. Mereka terdiri dari peserta didik MIN 2 Kota Palembang Lokasi Pakjo dan Jakabaring yang bergabung untuk melaksanakan ANBK secara terpusat di MIN 2 Kota Palembang, Lokasi Pakjo.
Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik. “Alhamdulillah, pada hari pertama pelaksanaan ANBK di MIN 2 Kota Palembang berjalan dengan lancar. Kami berharap para siswa dapat mengerjakan asesmen ini dengan serius, karena ANBK bukan hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga melatih karakter, literasi, dan numerasi anak didik kita,” ujarnya.
Pelaksanaan ANBK 2025 di MIN 2 Kota Palembang berlangsung selama dua hari, yaitu 22–23 September 2025. Pada hari pertama, para siswa mengerjakan soal-soal literasi membaca dan numerasi. Soal yang diujikan berjumlah lebih dari 30 soal yang disajikan dalam bentuk soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, isian singkat, serta uraian singkat.
Hari pertama ANBK dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Para siswa hadir lebih awal untuk melakukan pengecekan absensi, pembagian sesi, serta pengarahan teknis dari panitia pelaksana. Suasana di laboratorium komputer tampak tertib dan kondusif.
Guru pendamping dari Lokasi Jakabaring, Ibu Trisukawatiningsih, turut hadir mendampingi peserta didik. Ia menyampaikan rasa bangga melihat semangat anak-anak yang mengikuti ANBK. “Anak-anak dari lokasi Jakabaring datang dengan penuh antusias. Kami mendampingi mereka agar tetap tenang dan percaya diri dalam menghadapi soal-soal asesmen. Insya Allah pengalaman ini akan sangat bermanfaat bagi masa depan mereka,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, ANBK memiliki sejumlah aturan yang wajib dipatuhi oleh peserta. Di antaranya, siswa harus hadir tepat waktu, tidak diperkenankan membawa alat komunikasi atau catatan, menjaga ketertiban selama ujian, serta mengikuti instruksi proktor dengan seksama. Sistem ANBK juga menerapkan pembagian sesi untuk menghindari kendala teknis pada perangkat komputer.
Kepala MIN 2 Kota Palembang menegaskan pentingnya menaati aturan tersebut. “Disiplin adalah bagian dari pembelajaran karakter. Kami menekankan kepada siswa untuk mengikuti aturan yang ada agar pelaksanaan ANBK berjalan tertib dan hasilnya mencerminkan kemampuan sebenarnya,” ujar Ibu Siti Ajnaimah.
Keunggulan ANBK dibandingkan ujian konvensional adalah kemampuannya dalam mengukur aspek literasi membaca, numerasi, serta karakter siswa melalui survei lingkungan belajar. ANBK tidak lagi berorientasi pada mata pelajaran tertentu semata, melainkan pada keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
Selain itu, hasil ANBK menjadi dasar bagi pemerintah dalam melakukan pemetaan mutu pendidikan. Data yang diperoleh akan digunakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran, meningkatkan kompetensi guru, serta memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi pendidikan di madrasah.
Ibu Trisukawatiningsih menambahkan bahwa ANBK merupakan langkah maju bagi dunia pendidikan. “Kami melihat ANBK ini sebagai peluang agar anak-anak lebih terbiasa dengan sistem digital, melatih mereka berpikir kritis, serta membiasakan mereka menghadapi ujian berbasis komputer. Ini tentu sangat positif untuk menyiapkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ungkapnya.
Selama pelaksanaan, pihak madrasah juga menyiapkan tim teknis untuk mengantisipasi kendala seperti jaringan internet atau gangguan listrik. Dengan dukungan sarana komputer yang memadai, hari pertama ANBK di MIN 2 Kota Palembang berjalan tanpa hambatan berarti.
Sementara itu, para siswa terlihat serius namun tetap bersemangat dalam mengerjakan soal. Beberapa siswa mengaku awalnya merasa tegang, namun setelah mendapat arahan dari guru dan proktor, mereka dapat mengerjakan soal dengan lebih percaya diri.
Kepala MIN 2 Kota Palembang kembali menegaskan harapannya agar siswa tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai positif dari ANBK. “Kami berharap anak-anak belajar untuk jujur, disiplin, dan berani menghadapi tantangan. Itulah esensi dari asesmen nasional ini,” tutur Ibu Siti Ajnaimah.
Dengan suksesnya pelaksanaan hari pertama, MIN 2 Kota Palembang optimis bahwa hari kedua ANBK pada Selasa, 23 September 2025, akan berjalan lebih baik. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan mampu memberi kontribusi positif dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di Kota Palembang. (an)
