Palembang Kemenag Sumsel
Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kota Palembang, Setelah menjalani Pembelajaran Jarak Jauh dalam rangka menindaklanjuti kebijakan penyesuaian layanan pendidikan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), para murid akhirnya kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar secara langsung di madrasah. Selasa, 27/10/2026.
Kembalinya murid ke madrasah menjadi momen yang menggembirakan. Para murid terlihat sangat senang dapat kembali bertemu dengan guru dan teman-teman, belajar bersama di kelas, serta mengikuti aktivitas pembelajaran secara langsung. Antusiasme tersebut menjadi gambaran kerinduan mereka terhadap suasana belajar di madrasah setelah cukup lama melaksanakan pembelajaran dari rumah.
MIN 2 Kota Palembang sebelumnya telah melaksanakan PJJ sejak 9 September 2026 sebagai langkah penyesuaian terhadap kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan dan keselamatan murid sekaligus memastikan proses pendidikan tetap berlangsung di tengah kondisi lingkungan yang belum mendukung pelaksanaan pembelajaran secara normal.
Dalam perkembangannya, MIN 2 Kota Palembang sempat melaksanakan uji coba PTM pada Selasa, 29 September 2026. Namun, setelah pelaksanaan PTM tersebut, kegiatan pembelajaran kembali disesuaikan dengan kondisi kualitas udara. Pada Rabu, 30 September 2026, madrasah kembali melaksanakan PJJ karena kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dilaporkan mencapai kategori berbahaya.
Langkah penyesuaian tersebut menunjukkan bahwa keselamatan dan kesehatan murid tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran. Madrasah berupaya menjaga keseimbangan antara pemenuhan hak murid untuk memperoleh pendidikan dan perlindungan terhadap dampak buruk pencemaran udara.
Memasuki Selasa, 27 Oktober 2026, MIN 2 Kota Palembang kembali menetapkan pelaksanaan PTM dengan jam belajar normal, yakni pukul 06.50 hingga 14.00 WIB. Keputusan ini menindaklanjuti Surat Edaran Wali Kota Palembang Nomor 63 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Kota Palembang sebagai daerah yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan.
Pertimbangan pelaksanaan PTM juga merujuk pada informasi kualitas udara Palembang yang tercatat pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 11.00 WIB, dengan nilai AQI sebesar 160. Informasi kualitas udara tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam memantau perkembangan kondisi lingkungan dan menentukan langkah pembelajaran yang sesuai. Pelaksanaan PTM tetap perlu disertai pemantauan kualitas udara serta perhatian terhadap kondisi kesehatan murid dan guru.
Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah, S.Pd.I., M.Ag., menyambut baik kembalinya murid mengikuti pembelajaran secara langsung. Ia berharap momentum ini dapat mengembalikan semangat belajar murid, mempererat interaksi antara guru dan murid, serta meningkatkan efektivitas proses pembelajaran setelah periode PJJ.
“Alhamdulillah, hari ini anak-anak dapat kembali belajar bersama di madrasah. Kami melihat antusiasme dan kebahagiaan mereka saat bertemu kembali dengan guru dan teman-temannya. Semoga semangat ini terus terjaga, sehingga anak-anak semakin termotivasi untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan meraih prestasi,” ungkap Siti Ajnaimah.
Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan PTM harus tetap mengutamakan kesehatan. Menurutnya, kegiatan pembelajaran secara langsung perlu didukung dengan kepedulian seluruh warga madrasah terhadap kondisi lingkungan dan kualitas udara. Apabila terdapat perubahan kondisi yang berpotensi mengganggu kesehatan, madrasah perlu melakukan penyesuaian sesuai dengan ketentuan dan arahan dari pihak berwenang.
“Kami berharap kegiatan PTM dapat berlangsung dengan baik, aman, dan lancar. Guru, murid, serta orang tua perlu terus bekerja sama untuk menjaga kesehatan anak-anak. Kami juga mengimbau agar setiap perkembangan kondisi udara diperhatikan, sehingga kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan dengan tetap mengutamakan keselamatan bersama,” tambahnya.
Kembalinya pembelajaran tatap muka juga menjadi kesempatan bagi para guru untuk kembali membangun interaksi pembelajaran yang lebih intensif. Melalui pertemuan langsung, guru dapat memberikan pendampingan secara lebih dekat, mengamati perkembangan belajar murid, memperkuat pemahaman materi, serta memberikan dukungan terhadap kebutuhan belajar masing-masing anak.
Bagi para murid, hari pertama PTM bukan sekadar kembali ke ruang kelas, melainkan juga menjadi kesempatan untuk kembali merasakan kebersamaan, kedisiplinan, dan suasana belajar yang selama ini mereka rindukan. Keceriaan yang terlihat di lingkungan madrasah diharapkan menjadi energi positif untuk mengikuti pembelajaran dengan lebih aktif dan percaya diri.
Pelaksanaan PTM ini juga sejalan dengan semangat Asta Cipta, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Keberlangsungan pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan murid, kualitas proses belajar, serta kesehatan lingkungan merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, sehat, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
MIN 2 Kota Palembang berharap dimulainya kembali PTM dapat berjalan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan perkembangan kualitas udara dan ketentuan pemerintah. Dukungan orang tua, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh pihak terkait sangat diperlukan agar murid dapat belajar dengan nyaman dan memperoleh layanan pendidikan yang optimal.
Dengan semangat baru pada hari pertama masuk madrasah, keluarga besar MIN 2 Kota Palembang berharap para murid dapat kembali menjalani rutinitas belajar secara teratur, meningkatkan prestasi, memperkuat karakter, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan.
Kembalinya murid ke madrasah menjadi awal yang diharapkan membawa semangat baru bagi seluruh warga MIN 2 Kota Palembang. Di tengah tantangan kondisi lingkungan akibat kabut asap, madrasah berkomitmen menjaga keberlangsungan pendidikan melalui langkah yang adaptif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi murid. (an)
