Palembang Kemenag Sumsel
Kepala MIN 2 Kota Palembang, Siti Ajnaimah, S.Pd.I., M.Ag., menghadiri Pertemuan Rutin dan Pelatihan Table Manner Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kota Palembang Tahun 2026 yang diselenggarakan di Hotel Luminor Palembang, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Etika, Meningkatkan Kepercayaan Diri, dan Menumbuhkan Profesionalisme dalam Jamuan dan Kegiatan Resmi.”
Pada kesempatan tersebut, Kepala MIN 2 Kota Palembang mendapat kehormatan sebagai pembaca lantunan ayat suci Al-Qur’an pada pembukaan acara. Penampilan tersebut menjadi pembuka rangkaian kegiatan sekaligus menambah kekhidmatan suasana sebelum memasuki agenda utama.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palembang, H. Muflikhul Hasan, S.Ag., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya meningkatkan kapasitas diri, etika, dan profesionalisme anggota Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan di lingkungan Kementerian Agama.
Sebelumnya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kantor Kementerian Agama Kota Palembang, Hj. Era Kartikasari Ariani, S.Ag., M.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pelatihan ini sebagai sarana meningkatkan wawasan, etika pergaulan, serta kemampuan dalam menghadiri berbagai kegiatan resmi, sehingga mampu mencerminkan citra positif institusi Kementerian Agama.
Pelatihan table manner yang diikuti oleh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai tata cara, etika, dan sopan santun dalam jamuan resmi. Selain memperkuat pengetahuan mengenai etiket, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kota Palembang.
Di sela-sela kegiatan, Kepala MIN 2 Kota Palembang, Siti Ajnaimah menyampaikan bahwa pelatihan ini memiliki nilai strategis dalam mendukung peningkatan kompetensi dan kepercayaan diri, khususnya dalam menghadiri kegiatan-kegiatan kedinasan.
“Pelatihan ini memberikan wawasan yang sangat bermanfaat mengenai etika dalam kegiatan resmi. Tidak hanya menambah pengetahuan tentang tata cara jamuan, tetapi juga membangun rasa percaya diri serta profesionalisme yang sangat diperlukan sebagai representasi Kementerian Agama. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas kedinasan maupun kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan etika dan tata krama yang baik dalam setiap kesempatan resmi, sehingga semakin memperkuat citra profesional, berintegritas, dan berakhlak mulia di lingkungan Kementerian Agama. (an)
