Palembang Kemenag Sumsel
Sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya keamanan pangan sejak usia dini, MIN 2 Kota Palembang menerima kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa penyuluhan bertajuk “Implementasi Hazard Analysis terhadap Kontaminasi Pangan sebagai Upaya Preventif Pencegahan Foodborne Disease pada Siswa Tingkat Madrasah”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 28/07/2026 dan diikuti oleh seluruh siswa Kelas V MIN 2 Kota Palembang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Kerja Sama Dosen dan Mahasiswa PNBP Tahun 2026 dengan mengusung tema “Swasembada dan Kemandirian Pangan, Energi, dan Air”. Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga keamanan pangan, mengenali berbagai potensi bahaya kontaminasi makanan, serta membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat sebagai langkah preventif dalam mencegah penyakit yang ditularkan melalui makanan (foodborne disease).
Tim pengabdian yang hadir dalam kegiatan ini dipimpin oleh Ira Gusti Riani selaku Ketua Pengusul (Asisten Ahli), didampingi oleh Nia Boru Ritonga (Asisten Ahli), Nancy Eka Putri Manurung (Asisten Ahli), serta mahasiswa yang turut berpartisipasi, yaitu Kira Fayruz Inaya, Wiwit Utami, dan Dwi Kirana.
Dalam penyuluhan tersebut, para siswa mendapatkan materi mengenai pengertian Hazard Analysis atau analisis bahaya pada pangan, yaitu proses mengidentifikasi berbagai risiko yang dapat menyebabkan makanan menjadi tidak aman untuk dikonsumsi. Tim penyuluh juga menjelaskan berbagai jenis kontaminasi pangan, baik kontaminasi biologis seperti bakteri, virus, dan jamur, kontaminasi kimia akibat bahan berbahaya, maupun kontaminasi fisik yang dapat berasal dari benda asing pada makanan.
Selain penyampaian materi, siswa juga diajarkan cara memilih makanan yang sehat dan aman, pentingnya mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan alat makan, mengenali ciri-ciri makanan yang layak dikonsumsi, membaca tanggal kedaluwarsa pada kemasan, serta memahami pentingnya penyimpanan makanan yang benar agar terhindar dari pencemaran yang dapat memicu berbagai penyakit.
Penyuluhan berlangsung secara interaktif melalui presentasi, diskusi, tanya jawab, serta permainan edukatif sehingga siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Dengan metode pembelajaran yang menyenangkan, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diharapkan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di rumah.
Guru sekaligus Wali Kelas VA MIN 2 Kota Palembang, Ibu Khoirani, yang mendampingi jalannya kegiatan menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan penyuluhan tersebut.
“Materi yang disampaikan sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga keamanan pangan sejak dini. Siswa menjadi lebih mengetahui bagaimana memilih makanan yang sehat, memahami bahaya makanan yang terkontaminasi, serta membiasakan perilaku hidup bersih. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan peduli terhadap keamanan pangan,” ujar Ibu Khoirani.
Melalui kegiatan ini, MIN 2 Kota Palembang berharap terjalin sinergi yang berkelanjutan antara dunia pendidikan dan perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sejak usia sekolah. Edukasi mengenai keamanan pangan menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung terbentuknya generasi yang sehat, berkualitas, serta mampu mendukung terwujudnya swasembada dan kemandirian pangan di masa depan. (an)
