Palembang Kemenag Sumsel
Kegiatan peduli lingkungan ditunjukkan oleh Tim Adiwiyata MIN 2 Kota Palembang melalui aksi nyata berupa pembuatan pagar kebun tanaman herbal atau yang dikenal juga dengan istilah apotek hidup. Kegiatan ini dilaksanakan pada, bertempat di area kebun madrasah yang terletak di dekat ruang PTSP MIN 2 Kota Palembang. Rabu, 01/04/2026
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Adiwiyata yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga madrasah terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif. Tim Adiwiyata bidang sarana dan prasarana menjadi pelaksana utama dalam kegiatan ini.
Adapun anggota tim yang terlibat langsung dalam kegiatan ini adalah Pak Ahyar, Supriyono, dan Ridwan. Ketiganya bekerja sama dengan penuh semangat dalam merancang sekaligus membangun pagar kebun menggunakan bahan-bahan bekas yang masih layak pakai.
Pembuatan pagar kebun ini menjadi langkah strategis dalam melindungi tanaman herbal yang telah ditanam agar tetap terjaga dan tertata rapi. Selain itu, keberadaan pagar juga memperindah tampilan kebun sehingga lebih nyaman dipandang.
Kebun herbal atau apotek hidup ini ditanami berbagai jenis tanaman obat yang memiliki manfaat bagi kesehatan. Tanaman-tanaman tersebut antara lain kunyit, serai, daun sirih, lengkuas, cabai, serta berbagai tanaman herbal lainnya yang mudah dibudidayakan di lingkungan madrasah.
Pemilihan tanaman herbal ini tidak hanya mempertimbangkan kemudahan perawatan, tetapi juga nilai manfaatnya sebagai bahan obat tradisional yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan berbasis lingkungan dan kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, tim memanfaatkan bahan bekas seperti kayu sisa, bambu, dan material lain yang sudah tidak terpakai. Pemanfaatan bahan daur ulang ini menjadi salah satu bentuk nyata penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle di lingkungan madrasah.
Pak Ahyar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung program Adiwiyata sekaligus memberikan edukasi kepada siswa. Ia mengatakan, “Kami memanfaatkan bahan-bahan bekas yang sudah tidak terpakai untuk dijadikan pagar kebun. Selain menghemat biaya, ini juga menjadi contoh nyata bagi siswa tentang pentingnya memanfaatkan kembali barang yang masih bisa digunakan.”
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses pembelajaran yang terkandung di dalamnya. Siswa diharapkan dapat belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.
Supriyono dan Ridwan juga turut berperan aktif dalam proses pembangunan pagar, mulai dari pengumpulan bahan hingga pemasangan. Kerja sama yang solid antar anggota tim menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari pihak madrasah karena dinilai mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mendukung program madrasah berwawasan lingkungan. Kebun herbal yang tertata rapi menjadi salah satu ikon baru di lingkungan MIN 2 Kota Palembang.
Selain sebagai sarana edukasi, kebun apotek hidup ini juga dapat dimanfaatkan sebagai media praktik bagi siswa dalam mengenal berbagai jenis tanaman obat. Hal ini tentunya memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dan bermakna.
Lingkungan kebun yang berada dekat ruang PTSP juga menjadikannya mudah diakses oleh seluruh warga madrasah. Dengan demikian, keberadaan kebun ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh guru maupun siswa.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi madrasah lain untuk mengembangkan program serupa. Pemanfaatan lahan kosong dengan tanaman herbal merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak yang besar.
Tidak hanya itu, program ini juga mendukung upaya pelestarian tanaman obat tradisional yang kini mulai jarang dikenal oleh generasi muda. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengenal kembali kekayaan hayati Indonesia.
Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan kreativitas dan kerja sama, berbagai keterbatasan dapat diatasi. Penggunaan bahan bekas menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan biaya besar.
Kedepannya, Tim Adiwiyata berencana untuk terus mengembangkan kebun herbal ini dengan menambah jenis tanaman serta memperluas area tanam. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan manfaat kebun bagi seluruh warga madrasah.
Pihak madrasah juga berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan berbasis lingkungan sebagai bagian dari pendidikan karakter siswa. Program Adiwiyata menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan hal tersebut.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan kesehatan semakin meningkat. Kebiasaan baik ini diharapkan dapat terus terbawa hingga di luar lingkungan madrasah.
Secara keseluruhan, kegiatan pembuatan pagar kebun tanaman herbal ini berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang memuaskan. Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi nilai utama yang tercermin dalam kegiatan ini. (an)
