min2palembang.sch.id Berita MIN 2 Kota Palembang Laksanakan TAQWEKEN dan GEMA ODOH, Perkuat Budaya Qur’ani di Lingkungan Madrasah

MIN 2 Kota Palembang Laksanakan TAQWEKEN dan GEMA ODOH, Perkuat Budaya Qur’ani di Lingkungan Madrasah

Palembang Kemenag Sumsel

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya religius di lingkungan pendidikan dengan melaksanakan kegiatan Tahsin Al-Qur’an Eksklusif Kemenag (TAQWEKEN) dan Gerakan Membaca Al-Qur’an One Day One Khatam (GEMA ODOH). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh guru serta pegawai MIN 2 Kota Palembang, Jumat 20/02/2026

Pada hari pertama, kegiatan dilaksanakan di ruang Kepala MIN 2 Kota Palembang dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan. Ruangan tersebut dipilih untuk menciptakan suasana yang lebih fokus dan kondusif dalam pembinaan bacaan Al-Qur’an. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas diri.

Sementara itu, pada hari kedua kegiatan dilanjutkan di Mushola MIN 2 Kota Palembang. Pemilihan mushola sebagai lokasi kegiatan memberikan nuansa spiritual yang lebih mendalam, sehingga peserta dapat lebih merasakan suasana ibadah secara kolektif dan memperkuat nilai kebersamaan dalam membaca Al-Qur’an.

Kegiatan ini berkenaan dengan dua program unggulan Kementerian Agama. Pertama adalah Tahsin Al-Qur’an Eksklusif Kemenag (TAQWEKEN), yaitu program peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan pendekatan tajwid dan makharijul huruf yang benar. Program ini menekankan pentingnya membaca Al-Qur’an sesuai kaidah ilmu tajwid.

Secara ilmiah, tahsin memiliki peran penting dalam menjaga keaslian bacaan Al-Qur’an sebagaimana diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Ilmu tajwid dan makharijul huruf merupakan cabang ilmu fonetik dalam bahasa Arab yang memastikan setiap huruf dilafalkan sesuai tempat keluarnya. Kesalahan dalam pelafalan dapat mengubah makna, sehingga ketelitian dalam membaca menjadi hal yang sangat krusial.

Melalui TAQWEKEN, guru dan pegawai tidak hanya memperbaiki bacaan, tetapi juga memperdalam pemahaman tentang sifat-sifat huruf, panjang pendek (mad), hukum nun mati dan tanwin, serta hukum mim mati. Dengan demikian, kompetensi keagamaan ASN di lingkungan madrasah semakin meningkat secara terstruktur dan sistematis.

Program kedua adalah Gerakan Membaca Al-Qur’an One Day One Khatam (GEMA ODOH). Gerakan ini mengusung semangat kolektif, di mana pembacaan Al-Qur’an dilakukan secara bersama-sama sehingga dalam satu hari dapat mengkhatamkan 30 juz Al-Qur’an. Setiap peserta membaca bagian tertentu sesuai pembagian yang telah ditentukan.

GEMA ODOH tidak hanya menjadi kegiatan membaca, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan sinergi spiritual. Semangat kolektif ini memperlihatkan bahwa kebersamaan dalam kebaikan akan menghasilkan capaian besar yang sulit diraih secara individu dalam waktu singkat.

Gerakan ini mengutip hadis riwayat Imam Muhammad dalam Sahih Bukhari No. 5027 yang berbunyi, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” Hadis tersebut menjadi landasan moral dan spiritual dalam pelaksanaan kegiatan ini, sekaligus penguat motivasi bagi seluruh peserta.

Secara edukatif, kegiatan ini memiliki relevansi kuat dengan dunia pendidikan. Guru yang memiliki bacaan Al-Qur’an yang baik akan menjadi teladan langsung bagi peserta didik. Keteladanan merupakan metode pendidikan paling efektif, karena siswa cenderung meniru apa yang mereka lihat dan dengar dari gurunya.

Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan upaya membangun ekosistem madrasah berbasis nilai-nilai Qur’ani. Budaya membaca Al-Qur’an secara rutin akan menciptakan lingkungan yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan di lingkungan sekolah.

Terdapat tiga manfaat utama dari pelaksanaan kegiatan ini. Pertama, meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an guru dan pegawai sehingga lebih sesuai dengan kaidah tajwid yang benar. Kedua, memperkuat spiritualitas dan kedekatan diri kepada Allah SWT melalui pembiasaan membaca Al-Qur’an. Ketiga, membangun solidaritas dan kekompakan antarpegawai melalui kegiatan ibadah bersama.

Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah terbentuknya karakter disiplin dan tanggung jawab. Dalam GEMA ODOH, setiap peserta memiliki bagian bacaan yang harus diselesaikan tepat waktu, sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif.

Kegiatan ini juga memberikan dampak psikologis positif. Membaca Al-Qur’an terbukti secara ilmiah dapat memberikan ketenangan batin, menurunkan tingkat stres, serta meningkatkan konsentrasi. Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi tenaga pendidik yang memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik generasi bangsa.

Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun kualitas diri seluruh civitas madrasah. Beliau menegaskan bahwa guru harus terus belajar dan memperbaiki diri, termasuk dalam hal bacaan Al-Qur’an.

Beliau juga menyampaikan bahwa melalui TAQWEKEN dan GEMA ODOH, diharapkan seluruh guru dan pegawai dapat menjadi contoh nyata bagi peserta didik dalam mencintai Al-Qur’an. “Kita ingin madrasah ini benar-benar hidup dengan Al-Qur’an. Bukan hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kualitas pendidikan di madrasah tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kualitas spiritual dan akhlak seluruh warganya. Oleh karena itu, pembinaan keagamaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi akademik.

Antusiasme peserta terlihat jelas selama dua hari pelaksanaan kegiatan. Guru dan pegawai mengikuti setiap sesi dengan penuh kesungguhan, saling memperbaiki bacaan, serta berdiskusi tentang hukum-hukum tajwid yang masih perlu diperdalam.

Dengan terlaksananya TAQWEKEN dan GEMA ODOH ini, MIN 2 Kota Palembang semakin meneguhkan diri sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kokoh dalam spiritualitas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang berkelanjutan.

Ke depan, program ini diharapkan mampu memberikan dampak luas, tidak hanya bagi guru dan pegawai, tetapi juga bagi siswa serta masyarakat sekitar. Budaya Qur’ani yang kuat akan melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan berintegritas.

Melalui sinergi, kebersamaan, dan komitmen yang kuat, MIN 2 Kota Palembang terus melangkah maju membangun pendidikan yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman, menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam setiap aktivitas pendidikan.(an)

24 Likes

Author: Andri