Palembang Kemenag Sumsel
MIN 2 Kota Palembang kembali menggelar kegiatan edukatif dan inspiratif yang menghadirkan pengalaman belajar langsung bagi siswa. Melibatkan guru dan siswa, kegiatan ini bertema “Pengenalan dan Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA)” yang berlangsung dengan antusias di lingkungan madrasah. Selasa 10/02/2026.
Kegiatan penanaman dan edukasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) ini juga merupakan bagian dari upaya nyata MIN 2 Kota Palembang dalam mendukung program Ekoteologi, yaitu konsep pendidikan yang menekankan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan nilai-nilai keimanan. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk menyadari bahwa merawat lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab moral dan spiritual sebagai makhluk ciptaan Tuhan.
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman yang memiliki khasiat obat dan bisa dimanfaatkan oleh keluarga atau komunitas dalam kehidupan sehari-hari. Tanaman ini lazim dikenal sebagai “apotek hidup” karena mampu menyediakan obat tradisional alami untuk berbagai penyakit ringan seperti masuk angin, batuk, hingga meningkatkan daya tahan tubuh. TOGA mudah ditanam di pekarangan atau kebun madrasah sehingga sangat relevan untuk kegiatan edukasi lingkungan dan kesehatan.
Kegiatan dimulai pada pagi hari dan dihadiri oleh perwakilan guru-guru inspiratif dari tim adiwiyata bagian penanaman dan pemeliharaan tanaman TOGA, yaitu Ibu Rina Hayani, Temi, Hidayati, Herlinawati, Silvi, Mardiah, Dewiwati, dan Liandiani yang secara aktif membimbing siswa dalam setiap sesi pembelajaran. Guru-guru ini tidak hanya memberi teori, tetapi juga menunjukkan contoh nyata cara menanam dan merawat tanaman TOGA yang benar sehingga siswa dapat melihat langsung prosesnya dari awal hingga akhir.
Para siswa mengikuti kegiatan dengan penuh semangat ketika diperkenalkan kepada berbagai jenis tanaman TOGA seperti jahe, kunyit, daun sirih, kencur, dan sereh yang banyak dikenal serta bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Banyak siswa yang sebelumnya belum begitu mengenal tanaman TOGA mendapatkan wawasan baru yang menarik tentang kehidupan tanaman dan manfaatnya bagi kesehatan serta lingkungan.
Menurut narasumber pendidikan lingkungan yang juga Ketua Tim Adiwiyata MIN 2 Kota Palembang, Ibu Silvia Libraeni, kegiatan penanaman TOGA ini merupakan bagian dari program madrasah Adiwiyata yang bertujuan membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini. Ibu Silvia menyatakan:
“Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa mengenal bukan hanya teori, tetapi langsung praktik bagaimana menanam dan merawat tanaman obat keluarga. Ini adalah bagian penting dari pembelajaran hidup yang tidak sekedar di kelas, tetapi juga di kebun madrasah.”
Program ini mendapat respon positif dari Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah, yang hadir dan memberikan arahan kepada siswa serta guru. Ibu Siti menyampaikan:
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menanamkan nilai cinta lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam secara bijak. Generasi muda harus mulai memahami manfaat tanaman obat keluarga tidak hanya sebagai tanaman biasa, tetapi sebagai penunjang kesehatan dan pelestarian lingkungan.”
Praktik langsung yang dilakukan meliputi persiapan media tanam, menanam bibit, penyiraman yang tepat, hingga penataan pot tanaman TOGA di area kebun madrasah. Para guru juga memberikan tips tentang kebutuhan sinar matahari dan penyiraman yang seimbang agar tanaman tumbuh subur.
Selain itu, kegiatan ini juga mengajak siswa untuk mengidentifikasi dan mencatat berbagai ciri tanaman seperti bentuk daun, aroma khas, dan kegunaan masing-masing tanaman TOGA. Langkah ini memperkaya pengetahuan siswa mengenai keanekaragaman hayati serta hubungan antara manusia dan tanaman di lingkungan sekitar mereka.
Para siswa terlihat antusias bertanya tentang manfaat masing-masing tanaman dan bagaimana mereka dapat menggunakan tanaman tersebut di rumah masing-masing. Rangkaian kegiatan ini bukan hanya menanam tetapi juga melatih tanggung jawab siswa dalam merawat tanaman secara berkelanjutan.
Kegiatan edukasi TOGA ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian program Adiwiyata di madrasah yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan dan kebiasaan hidup sehat di kalangan siswa MIN 2 Kota Palembang. Program Adiwiyata sendiri merupakan sebuah penghargaan atau predikat yang diberikan kepada madrasah yang berhasil menerapkan budaya lingkungan hidup secara aktif dan berkelanjutan.
Selain mendapatkan pengetahuan tentang manfaat tanaman obat, para siswa juga mendapat wawasan tentang bagaimana memanfaatkan media tanam alternatif, merawat tanaman secara organik, serta pentingnya lingkungan madrasah yang bersih dan hijau.
Para guru menyatakan bahwa pengalaman membawa siswa belajar di luar kelas dan langsung terlibat dalam bertanam memberikan dampak yang lebih kuat bagi pembelajaran mereka. Siswa jadi lebih tanggap terhadap lingkungan serta memahami hubungan antara ilmu pengetahuan dan kehidupan nyata.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal bagi siswa untuk terus menjaga tanaman yang telah mereka tanam serta membagikan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan teman-temannya.
Beberapa siswa sempat menunjukkan rencana mereka untuk menanam kembali TOGA di rumah masing-masing sehingga ilmu yang mereka peroleh di madrasah bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kolaborasi guru, kepala madrasah, dan tim Adiwiyata, MIN 2 Kota Palembang berharap bahwa kegiatan penanaman TOGA ini tidak berhenti hanya pada hari itu saja tetapi terus berkembang menjadi bagian dari budaya madrasah yang berkelanjutan.
Program ini juga menjadi salah satu upaya untuk memupuk kecintaan siswa terhadap alam serta keterampilan praktis yang bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa depan.Palembang Kemenag Sumsel
MIN 2 Kota Palembang kembali menggelar kegiatan edukatif dan inspiratif yang menghadirkan pengalaman belajar langsung bagi siswa. Melibatkan guru dan siswa, kegiatan ini bertema “Pengenalan dan Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA)” yang berlangsung dengan antusias di lingkungan madrasah. Selasa 10/02/2026.
Kegiatan penanaman dan edukasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) ini juga merupakan bagian dari upaya nyata MIN 2 Kota Palembang dalam mendukung program Ekoteologi, yaitu konsep pendidikan yang menekankan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan nilai-nilai keimanan. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk menyadari bahwa merawat lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab moral dan spiritual sebagai makhluk ciptaan Tuhan.
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman yang memiliki khasiat obat dan bisa dimanfaatkan oleh keluarga atau komunitas dalam kehidupan sehari-hari. Tanaman ini lazim dikenal sebagai “apotek hidup” karena mampu menyediakan obat tradisional alami untuk berbagai penyakit ringan seperti masuk angin, batuk, hingga meningkatkan daya tahan tubuh. TOGA mudah ditanam di pekarangan atau kebun madrasah sehingga sangat relevan untuk kegiatan edukasi lingkungan dan kesehatan.
Kegiatan dimulai pada pagi hari dan dihadiri oleh perwakilan guru-guru inspiratif dari tim adiwiyata bagian penanaman dan pemeliharaan tanaman TOGA, yaitu Ibu Rina Hayani, Temi, Hidayati, Herlinawati, Silvi, Mardiah, Dewiwati, dan Liandiani yang secara aktif membimbing siswa dalam setiap sesi pembelajaran. Guru-guru ini tidak hanya memberi teori, tetapi juga menunjukkan contoh nyata cara menanam dan merawat tanaman TOGA yang benar sehingga siswa dapat melihat langsung prosesnya dari awal hingga akhir.
Para siswa mengikuti kegiatan dengan penuh semangat ketika diperkenalkan kepada berbagai jenis tanaman TOGA seperti jahe, kunyit, daun sirih, kencur, dan sereh yang banyak dikenal serta bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Banyak siswa yang sebelumnya belum begitu mengenal tanaman TOGA mendapatkan wawasan baru yang menarik tentang kehidupan tanaman dan manfaatnya bagi kesehatan serta lingkungan.
Menurut narasumber pendidikan lingkungan yang juga Ketua Tim Adiwiyata MIN 2 Kota Palembang, Ibu Silvia Libraeni, kegiatan penanaman TOGA ini merupakan bagian dari program madrasah Adiwiyata yang bertujuan membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini. Ibu Silvia menyatakan:
“Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa mengenal bukan hanya teori, tetapi langsung praktik bagaimana menanam dan merawat tanaman obat keluarga. Ini adalah bagian penting dari pembelajaran hidup yang tidak sekedar di kelas, tetapi juga di kebun madrasah.”
Program ini mendapat respon positif dari Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah, yang hadir dan memberikan arahan kepada siswa serta guru. Ibu Siti menyampaikan:
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menanamkan nilai cinta lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam secara bijak. Generasi muda harus mulai memahami manfaat tanaman obat keluarga tidak hanya sebagai tanaman biasa, tetapi sebagai penunjang kesehatan dan pelestarian lingkungan.”
Praktik langsung yang dilakukan meliputi persiapan media tanam, menanam bibit, penyiraman yang tepat, hingga penataan pot tanaman TOGA di area kebun madrasah. Para guru juga memberikan tips tentang kebutuhan sinar matahari dan penyiraman yang seimbang agar tanaman tumbuh subur.
Selain itu, kegiatan ini juga mengajak siswa untuk mengidentifikasi dan mencatat berbagai ciri tanaman seperti bentuk daun, aroma khas, dan kegunaan masing-masing tanaman TOGA. Langkah ini memperkaya pengetahuan siswa mengenai keanekaragaman hayati serta hubungan antara manusia dan tanaman di lingkungan sekitar mereka.
Para siswa terlihat antusias bertanya tentang manfaat masing-masing tanaman dan bagaimana mereka dapat menggunakan tanaman tersebut di rumah masing-masing. Rangkaian kegiatan ini bukan hanya menanam tetapi juga melatih tanggung jawab siswa dalam merawat tanaman secara berkelanjutan.
Kegiatan edukasi TOGA ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian program Adiwiyata di madrasah yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan dan kebiasaan hidup sehat di kalangan siswa MIN 2 Kota Palembang. Program Adiwiyata sendiri merupakan sebuah penghargaan atau predikat yang diberikan kepada madrasah yang berhasil menerapkan budaya lingkungan hidup secara aktif dan berkelanjutan.
Selain mendapatkan pengetahuan tentang manfaat tanaman obat, para siswa juga mendapat wawasan tentang bagaimana memanfaatkan media tanam alternatif, merawat tanaman secara organik, serta pentingnya lingkungan madrasah yang bersih dan hijau.
Para guru menyatakan bahwa pengalaman membawa siswa belajar di luar kelas dan langsung terlibat dalam bertanam memberikan dampak yang lebih kuat bagi pembelajaran mereka. Siswa jadi lebih tanggap terhadap lingkungan serta memahami hubungan antara ilmu pengetahuan dan kehidupan nyata.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal bagi siswa untuk terus menjaga tanaman yang telah mereka tanam serta membagikan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan teman-temannya.
Beberapa siswa sempat menunjukkan rencana mereka untuk menanam kembali TOGA di rumah masing-masing sehingga ilmu yang mereka peroleh di madrasah bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kolaborasi guru, kepala madrasah, dan tim Adiwiyata, MIN 2 Kota Palembang berharap bahwa kegiatan penanaman TOGA ini tidak berhenti hanya pada hari itu saja tetapi terus berkembang menjadi bagian dari budaya madrasah yang berkelanjutan.
Program ini juga menjadi salah satu upaya untuk memupuk kecintaan siswa terhadap alam serta keterampilan praktis yang bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa depan. (an)
