Palembang Kemenag Sumsel
MIN 2 Kota Palembang kembali menjalankan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Perangkat Pembelajaran Semester I, Palembang Adapun kegiatan monev pada kesempatan ini tim monev dihadiri langsung oleh pengawas MIN 2 Kota Palembang Bapak Raden M. Tohir. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tim pengembang kurikulum madrasah dengan tujuan memastikan dokumen pembelajaran telah disusun sesuai standar pendidikan terkini. Rabu 28/01/2026
Kegiatan Monev di MIN 2 Kota Palembang Kelas Pakjo ini merupakan kelanjutan monev yang sebelumnya telah dilaksanakan di MIN 2 Kota Palembang Kelas Jakabaring pada 27/01/2026. Kegiatan di kedua lokasi menjadi bagian dari upaya serius madrasah dalam meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar di semua jenjang dan kelas.
Monev Perangkat Pembelajaran merupakan salah satu agenda rutin yang dilaksanakan dalam setiap akhir semester. Proses ini dilakukan untuk meninjau kelengkapan dokumen pembelajaran mulai dari perencanaan hingga asesmen, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan terukur.
Dalam kegiatan tersebut, para guru mempresentasikan perangkat pembelajaran yang mereka susun, termasuk silabus, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), bahan ajar, dan asesmen. Perangkat ini ditelaah menurut standar pembelajaran tahun 2026 yang menekankan dokumen yang terstruktur dan bertanggung jawab.
Menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026, perencanaan pembelajaran wajib memuat tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, dan metode penilaian yang jelas dan sesuai karakter peserta didik. Dokumen ini menjadi bukti bahwa pembelajaran dirancang secara profesional oleh pendidik.
Perangkat pembelajaran sendiri merupakan kumpulan dokumen yang digunakan pendidik untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran secara terstruktur dan terukur. Komponen ini mencakup silabus, RPP, bahan ajar, alur tujuan pembelajaran, modul maupun asesmen pembelajaran.
Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah, menyambut baik pelaksanaan monev tersebut. Beliau menyampaikan bahwa kualitas perangkat pembelajaran menjadi salah satu fondasi utama dalam mencapai capaian pembelajaran yang diinginkan.
“Madrasah memandang monev perangkat pembelajaran bukan semata rutinitas administratif, tetapi sebagai langkah penting untuk memastikan proses belajar-mengajar memberikan dampak maksimal bagi perkembangan siswa. Dokumen pembelajaran yang baik mencerminkan perencanaan yang matang, mendukung pembelajaran bermakna, dan menumbuhkan kapasitas siswa secara holistik,” ujar Ibu Siti Ajnaimah.
Beliau menambahkan bahwa perangkat pembelajaran harus disusun dengan mengacu pada capaian pembelajaran secara jelas, termasuk integrasi pendidikan karakter dan inovasi pedagogis yang relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini. “Guru harus melihat perangkat pembelajaran sebagai alat strategis dalam menciptakan pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan berpusat pada siswa,” tambahnya.
Koordinator Kurikulum MIN 2 Kota Palembang, Ibu Risnaini, juga memberikan komentarnya terkait pelaksanaan monev. Ibu Risnaini menjelaskan bahwa perangkat pembelajaran yang berkualitas menjadi acuan utama pelaksanaan pembelajaran yang efektif di kelas.
“Monitoring dan evaluasi ini bertujuan memaksimalkan kualitas dokumen pembelajaran sesuai dengan standar kurikulum terbaru. Perangkat pembelajaran bukan hanya panduan, tetapi juga bukti profesionalisme pendidik dalam merancang kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa perangkat pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa aspek krusial, antara lain menyusun tujuan pembelajaran yang jelas, merencanakan strategi dan media pembelajaran yang sesuai, serta menyiapkan penilaian untuk melihat ketercapaian siswa terhadap tujuan tersebut. Semua ini harus terintegrasi dalam satu kesatuan dokumen yang mudah dipahami dan diimplementasikan guru.
Dalam sesi monev, para guru memaparkan perangkat ajar mereka secara rinci dan menerima masukan dari tim evaluator. Diskusi berlangsung interaktif di mana pendidik saling bertukar ide dan strategi pembelajaran yang lebih efektif serta berbagi praktik terbaik.
Beberapa perangkat pembelajaran yang dibahas mencakup penyusunan silabus yang memuat indikator pencapaian kompetensi dan alur tujuan pembelajaran, serta RPP yang fleksibel namun tetap terarah sesuai dengan kebutuhan siswa.
Para guru juga mempertimbangkan penggunaan teknologi sebagai alat bantu proses pembelajaran meskipun fokus utama tetap pada interaksi antara guru dan siswa. Hal ini sesuai dengan prinsip terbaru di Permendikdasmen 2026 yang menegaskan penggunaan teknologi sebagai alat pendukung, bukan sebagai tujuan utama pembelajaran.
Selama monev berlangsung, suasana penuh kolaborasi terlihat jelas antara tim evaluator dengan pendidik. Masing-masing guru didorong untuk terus meningkatkan kualitas perangkat pembelajarannya sehingga proses pembelajaran di kelas semakin efektif dan bermakna.
Beberapa guru mengemukakan manfaat monev untuk meningkatkan refleksi terhadap cara mengajar dan pengembangan strategi pembelajaran. Evaluasi perangkat pembelajaran menjadi media pembelajaran bagi para guru untuk terus belajar dan memperbaiki praktik pembelajaran mereka.
Kegiatan monev ini ditutup dengan penyerahan rekomendasi dan tindak lanjut perbaikan perangkat pembelajaran yang telah disepakati bersama. Rekomendasi ini menjadi pedoman guru dalam menyempurnakan dokumen pembelajaran yang mereka gunakan.
Hal ini menunjukkan bahwa MIN 2 Kota Palembang tidak hanya mengevaluasi perangkat yang ada, tetapi juga membangun budaya peningkatan kualitas secara terus-menerus sehingga setiap siswa mendapatkan pengalaman belajar terbaik di madrasah.
Kepala MIN 2 Kota Palembang berharap agar dukungan terhadap perangkat pembelajaran berkualitas ini berjalan berkesinambungan dan menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan pendidikan MIN 2 Kota Palembang.
Kegiatan Monev Perangkat Pembelajaran Semester I di MIN 2 Kota Palembang Pakjo berjalan dengan tertib, lancar, penuh semangat kolaborasi, serta menjadi refleksi penting dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran di madrasah.
Dengan adanya monev dan tindak lanjut rekomendasi, diharapkan perangkat pembelajaran yang disusun para guru semakin matang dan mampu mendukung pencapaian kompetensi siswa secara optimal di Semester II mendatang.
