Palembang Kemenag Sumsel
MIN 2 Kota Palembang menggelar rapat koordinasi bersama tim pengawas madrasah dari Kemenag. Rapat ini difokuskan pada pengawasan pelaksanaan SAS Ganjil 2025/2026, evaluasi pelaksanaan program “Madrasah Award”, serta sosialisasi program lingkungan bersih dan aman melalui skema Madrasah Rapi Bersih & Ramah Anak.Rabu, 10/12/2025.
Agenda dimulai dengan pemantauan pelaksanaan SAS Ganjil 2025/2026. Kepala Madrasah MIN 2 Kota Palembang, Siti Ajnaimah bersama tim pengawas memastikan bahwa seluruh prosedur ujian berjalan tertib, adil, dan sesuai standar. Hal ini sejalan dengan unggahan resmi madrasah di media sosial, bahwa proses SAS Ganjil “berjalan lancar dan tertib”.
Selanjutnya, rapat membahas tahapan dan kriteria untuk “Madrasah Award 2025”. MIN 2 Kota Palembang sebelumnya telah menerima kunjungan pengawas madrasah dalam rangka penilaian kinerja dan kelayakan untuk mengikuti Madrasah Award.
Dalam rapat itu, Ibu Risnaini selaku Korbid kurikulum madrasah memberi sambutan sekaligus pengarahan. Ia menyampaikan bahwa:
“Kami berkomitmen untuk menjaga mutu pelaksanaan SAS, sekaligus mempersiapkan diri secara profesional untuk Madrasah Award. Lebih dari itu, kehadiran program Madrasah Rapi Bersih & Ramah Anak menunjukkan bahwa MIN 2 bukan hanya fokus akademik, tetapi juga menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, nyaman, dan ramah bagi seluruh komunitas terutama anak didik.”
Selain itu, rapat juga mencakup sosialisasi tentang pentingnya lingkungan madrasah yang bersih, tertib, dan ramah anak dengan harapan mendukung visi madrasah sebagai tempat belajar yang aman, nyaman, dan mendidik.
Lebih lanjud Ibu Risnaini, pada kesempatan itu juga memberi masukan penting “Dengan pelaksanaan SAS yang disiplin dan terstruktur, serta persiapan Madrasah Award dan lingkungan belajar yang bersih dan mendukung, kami optimis kualitas pendidikan dan karakter siswa di MIN 2 akan semakin meningkat. Kurikulum bukan hanya soal materi akademik, tapi juga pembentukan karakter melalui lingkungan madrasah yang sehat dan ramah.”
Rapat diwarnai dengan dialog intens antara tim pengawas dari Kemenag dan tim madrasah membahas berbagai aspek dari prosedur pelaksanaan ujian, penataan lingkungan madrasah, hingga rencana jangka pendek dan jangka panjang untuk peningkatan kualitas madrasah.
Tim pengawas memberikan rekomendasi agar MIN 2 Palembang terus memperkuat dokumentasi baik hasil SAS, laporan evaluasi, hingga bukti implementasi program Madrasah Rapi Bersih & Ramah Anak agar saat penilaian Madrasah Award, madrasah dapat menunjukkan capaian yang konkret.
Selain itu, rapat menetapkan pembagian tugas internal tim kurikulum, kesiswaan, sarana prasarana, kebersihan, serta pengembangan karakter siswa. Dengan demikian, implementasi program tidak hanya tanggung jawab kepala madrasah semata, melainkan seluruh civitas madrasah.
Dalam aspek pengawasan SAS, MIN 2 menetapkan prosedur monitoring berkala. Kepala madrasah dan koordinator kurikulum secara bergantian memantau jalannya ujian di kelas memastikan tidak ada pelanggaran dan suasana belajar tetap kondusif.
Mengenai Madrasah Award, madrasah berkomitmen untuk memenuhi pemenuhan kriteria yang ditetapkan aspek akademik, administrasi, sarana-prasarana, kebersihan, serta lingkungan yang mendukung tumbuhnya karakter islami dan sosial siswa.
Sosialisasi Madrasah Rapi Bersih & Ramah Anak menjadi bagian penting dari upaya membangun “madrasah manusia” bukan hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga lingkungan sehat, aman, bersih, dan mendidik. Program ini diharapkan mampu membentuk siswa beriman, bertaqwa, berbudi pekerti, serta peduli lingkungan.
Rapat menghasilkan beberapa keputusan strategis memperketat jadwal evaluasi internal, membuat tim khusus kebersihan dan lingkungan, menjadwalkan pelatihan staf dan siswa tentang sadar kebersihan dan peduli lingkungan, serta menetapkan standar kebersihan minimal di seluruh area madrasah kelas, ruang guru, WC, dan lapangan.
MIN 2 Kota Palembang juga sepakat untuk membuat laporan berkala ke Kemenag tentang pelaksanaan program sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas.
Dalam pandangan koordinator kurikulum, kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat integrasi antara kurikulum akademik dan lingkungan madrasah yang mendidik siswa bukan hanya belajar pelajaran, tetapi juga tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan karakter dan nilai.
Para guru dan staf madrasah menyambut baik keputusan ini. Mereka menilai bahwa program ini bisa meningkatkan kenyamanan, kebersihan, dan keamanan sehingga mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik dan suasana madrasah yang sehat.
Sementara itu, para siswa juga diberi pengarahan sederhana tentang pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban sebagai bagian dari tanggung jawab bersama: “lingkungan madrasah adalah rumah kita bersama”.
Rapat diakhiri dengan kesepakatan bersama bahwa MIN 2 Kota Palembang akan terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan tidak hanya melalui akademik, tetapi juga kualitas lingkungan dan karakter siswa.
Dengan agenda ini, MIN 2 Palembang berharap dapat bersaing dalam Madrasah Award 2025 sekaligus menjadikan madrasah sebagai lingkungan yang aman, bersih, dan ramah anak. (an)
