Palembang Kemenag Sumsel
Siswa kelas 3, 4, dan 5 di MIN 2 Kota Palembang mengikuti ujian tilawah hari ini di mushola madrasah. Kegiatan evaluasi akhir semester ini menjadi ajang untuk mengukur kemampuan membaca Al-Qur’an mereka secara tartil, dengan penekanan pada aspek suara, lagu/irama, tajwid/fasohah, adab, dan bahkan “tebak lagu/irama mengaji”. Acara didampingi oleh guru tilawah madrasah, Ibu Sabidah. Selasa 09/12/2025
Para siswa mulai berdatangan sejak pagi, membawa mushaf dan menunggu giliran di ruang mushola. Suasana terlihat khidmat — beberapa siswa tampak membaca dengan suara pelan dan khusyuk, sementara yang lain lebih lantang, memanfaatkan nada dan irama untuk memperindah lantunan tilawah mereka.
Menurut pengamatan panitia, ujian tidak hanya sekadar membaca ayat dengan benar, melainkan juga menilai kualitas suara (kejernihan, kelembutan, pengaturan nafas), keindahan irama/lagu, kelancaran dan kefasihan bacaan (fasohah), serta adab yakni sikap sopan dan khusyuk saat membaca.
“Tujuan dari ujian ini bukan sekadar menilai siapa yang paling fasih, tapi juga siapa yang bisa membawa keindahan dan khidmat ketika membaca Al-Qur’an,” ujar Ibu Sabidah kepada para siswa sebelum ujian dimulai.
Selama ujian, tiap siswa membaca beberapa potong ayat yang telah ditentukan, kadang diiringi nada/maqam tertentu. Setelah membaca, beberapa siswa juga diminta menebak nama irama atau lagu mengaji yang diperdengarkan oleh guru sebagai bagian ujian “tebak lagu/irama mengaji”.
Setelah tahap pembacaan, panitia mencatat nilai berdasarkan kriteria tajwid (ketepatan hukum bacaan), fasohah (kelancaran & kefasihan), suara & irama, serta adab dan penampilan. Nilai ini akan menentukan hasil akhir ujian tilawah semester.
Berdasarkan praktik penilaian dalam tilawah (misalnya pada kompetisi tilawah/MTQ dan program tilawah di sekolah/pesantren), aspek-aspek yang umum dinilai meliputi:
- Tajwid: ketepatan makhraj huruf, sifat huruf, hukum bacaan, panjang-pendek bacaan (mad), dan penerapan kaidah-kaidah tajwid lainnya.
- Fasohah / Fasahah & Adab: kefasihan dalam pengucapan (kelancaran, kemurnian pelafalan), ketepatan berhenti (waqf) dan memulai bacaan (ibtida’), ketepatan huruf dan harakat, ketepatan bacaan kalimat/ayat, serta adab dan sikap sopan saat membaca Qur’an.
- Suara & Irama / Lagu (Maqamat): kualitas suara (jernih, merdu, kontrol napas), penggunaan irama/lagu tilawah sesuai maqam, variasi nada, keutuhan dan tempo lagu — semua ini untuk menghadirkan bacaan yang indah dan menyentuh.
- Adab & Penampilan / Penghayatan: kesopanan, ketenangan, khusyuk saat membaca — menunjukkan penghormatan terhadap Al-Qur’an.
Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga siang, dengan jeda untuk shalat Dzuhur berjamaah di mushola madrasah. Beberapa siswa tampak gugup di awal, tetapi setelah mendapat arahan dari Ibu Sabidah, mereka bisa tampil lebih baik ada yang suara lantang dan merdu, ada pula yang khidmat dan penuh penghayatan.
Dalam tilawah, irama atau lagu mengaji sering menggunakan maqamat pola nada dan irama tertentu sesuai tradisi bacaan Qur’an. Beberapa hal terkait irama/lagu mengaji:
- Maqam memberikan karakter nada tertentu: bisa lembut, khidmat, tenang, atau dramatis tergantung jenis ayat (misalnya ayat nasehat, doa, atau peringatan).
- Contoh maqam seperti Maqam Sikah biasanya karakter nadanya lembut, lambat, khidmat, cocok untuk ayat-ayat yang berisi doa, permohonan, atau tema penuh rasa.
- Irama/lagu juga meliputi transisi nada, variasi melodi, pengaturan tempo dan napas sehingga bacaan tidak sekadar cepat, tetapi tertata dengan syahdu.
Pada akhir sesi, Ibu Sabidah menyampaikan ucapan selamat dan motivasi “Saya bangga melihat semangat kalian hari ini. Bukan hanya benar bacaannya “Tujuan dari ujian ini bukan sekadar menilai siapa yang paling fasih, tapi juga siapa yang bisa membawa keindahan dan khidmat ketika membaca Al-Qur’an.” tapi hati kalian harus ikut bersama ayat. Semoga tilawah ini membawa kita lebih dekat kepada Al-Qur’an dan membuat kita semakin cinta dan menghayatinya.”
Beberapa siswa mengaku lega setelah ujian selesai. “Awalnya grogi, tapi ketika mulai baca, saya merasa tenang. Rasanya seperti membaca untuk diri sendiri,” kata salah satu siswa kelas 4.
Panitia menjelaskan bahwa ujian tilawah ini diadakan setiap semester bagian dari program ekstrakurikuler tilawah madrasah. Tujuannya: agar siswa tidak hanya bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga menghayati, memahami kaidah, dan menampilkan bacaan dengan indah dan khidmat.
Menurut kepala madrasah, kegiatan semacam ini penting untuk menanamkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an sejak dini, sekaligus membentuk karakter siswa yang santun, disiplin, dan menghormati adab dalam membaca kitab suci.
Panitia pun menyatakan akan segera mengumumkan hasil nilai tilawah dalam satu minggu ke depan. Bagi siswa yang nilainya baik, akan mendapatkan sertifikat tilawah dan peluang tampil di acara madrasah berikutnya misalnya pada peringatan hari besar Islam.
Dengan demikian, ujian tilawah hari ini bukan sekadar evaluasi akademik, melainkan juga pembinaan spiritual dan karakter bagi siswa MIN 2 Kota Palembang. (an)
