min2palembang.sch.id Berita Pertemuan Lintas Sektor Tri Wulan IV Di Puskesmas Ogan Permata Indah Tekan Sinergitas Untuk Pelaksanaan MBG Dan Program Kesehatan

Pertemuan Lintas Sektor Tri Wulan IV Di Puskesmas Ogan Permata Indah Tekan Sinergitas Untuk Pelaksanaan MBG Dan Program Kesehatan

Palembang Kemenag Sumsel

Dalam upaya meningkatkan kolaborasi antar pemangku kepentingan kesehatan, UPTD Puskesmas Ogan Permata Indah (OPI) menyelenggarakan pertemuan lintas sektor Triwulan IV pada hari Kamis, 20 November 2025, mulai pukul 08.00 WIB. Acara ini mengundang berbagai pihak terkait termasuk , kader posyandu, dan tokoh masyarakat, dengan Kepala MIN 2 Kota Palembang yaitu Ibu Siti Ajnaimah, S.Pd.I., M.Ag., bersama Ibu Tri Sukawati Ningsih sebagai guru perwakilan kelas Jakabaring, turut hadir aktif dalam pertemuan ini.

Pertemuan lintas sektor ini dilakukan sebagai tindak lanjut surat dari Puskesmas Ogan Permata Indah, dengan agenda utama membahas capaian kegiatan Puskesmas sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM), posyandu, PMT berbasis pangan lokal untuk ibu hamil (bumil), ibu dengan risiko kekurangan energi kronis (KEK), serta balita bermasalah gizi. Selain itu, diskusi juga meliputi program prioritas nasional kesehatan, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis (CKG), penurunan kasus TBC, pengendalian penyakit tidak menular, penurunan angka kematian ibu dan bayi, pembangunan fasilitas kesehatan, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Tujuan utama dari pertemuan lintas sektor ini adalah memperkuat sinergi antar stakeholder kesehatan dan pendidikan di wilayah OPI. Dengan duduk bersama, diharapkan semua pihak dapat menyamakan persepsi, mengevaluasi capaian triwulan sebelumnya, serta merancang strategi agar program-program national seperti MBG dapat berjalan optimal dan tepat sasaran di tingkat lokal.

Salah satu titik tekan pertemuan adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi program prioritas nasional dan mendapat perhatian besar di Kota Palembang. Program MBG telah diluncurkan di Palembang sejak 6 Januari 2025.


Pemerintah Kota Palembang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 42 miliar untuk MBG dalam rangka mendukung pemenuhan gizi anak  dan kelompok rentan.
Pelaksanaan program MBG di Palembang melibatkan kerja sama dengan jasa boga/katering, instansi TNI/Polri untuk distribusi, serta sektor swasta guna membagi wilayah tanggung jawab distribusi.


Dalam pertemuan ini, pihak Puskesmas OPI menyampaikan laporan capaian dan tantangan program MBG di wilayah kerja puskesmas. Peserta rapat mendiskusikan bagaimana paket MBG disiapkan agar bergizi seimbang. Menurut ahli gizi setempat, menu MBG di Palembang sudah memenuhi pedoman gizi seimbang: terdiri dari karbohidrat (nasi), protein hewani dan nabati, sayuran, dan buah, meskipun tidak selalu menyertakan susu.


Meski demikian, masih ada aspirasi dari penerima manfaat, terutama siswa, agar susu bisa menjadi bagian dari paket MBG. Kekhawatiran lain juga muncul terkait keamanan pangan, karena dalam pengawasan MBG, BPOM pernah menemukan insiden sayur basi dalam sebagian paket.
Selain itu, Ombudsman RI mendorong agar program MBG terus dioptimalkan, antara lain melalui distribusi yang lebih baik, penguatan pengawasan, dan inovasi agar keberlanjutan program terjaga.

Strategi Lokal dari Puskesmas OPI
Di tingkat Puskesmas OPI, peserta pertemuan lintas sektor menyepakati beberapa langkah strategis:

  1. Penguatan edukasi gizi di posyandu dan , agar ibu hamil, orang tua murid, dan siswa memahami pentingnya gizi seimbang dan peran MBG.
  2. Kolaborasi dengan  dan pihak katering lokal untuk menyesuaikan menu lokal yang disukai masyarakat setempat, namun tetap bergizi.
  3. Pemantauan kualitas dan distribusi makanan, dengan peran aktif petugas Puskesmas untuk melakukan sampling gizi, keamanan pangan, dan ketepatan distribusi ke  dan penerima lain.
  4. Evaluasi berkala triwulan tentang capaian MBG: penerima, kualitas menu, tantangan distribusi, dan respons masyarakat.
  5. Pelibatan kader posyandu untuk memantau balita bermasalah gizi dan ibu hamil, guna memastikan bahwa kelompok rentan juga mendapat manfaat MBG secara optimal.


Kehadiran Kepala MIN 2 Kota Palembang menunjukkan dukungan sektor pendidikan secara nyata. Mereka menyatakan komitmen untuk mengintegrasikan edukasi gizi dalam kegiatan , serta menjadi mitra dalam pelaksanaan MBG, terutama membantu dalam manajemen distribusi dan monitoring di lingkungan . Keterlibatan guru juga diharapkan memudahkan penyampaian aspirasi siswa tentang menu MBG, sehingga dapat diperbaiki secara partisipatif.

Dampak Positif yang Diharapkan
Dengan sinergi antar sektor, program MBG di wilayah Puskesmas OPI diharapkan membawa dampak signifikan:

  • Pemenuhan gizi anak  semakin meningkat, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
  • Penurunan risiko gizi kurang pada ibu hamil, ibu KEK, dan balita bermasalah gizi berkat PMT berbasis pangan lokal.
  • Penumbuhan kesadaran gizi di masyarakat lokal, melalui edukasi dan partisipasi aktif posyandu dan .
  • Penguatan integrasi program kesehatan nasional, seperti pengendalian penyakit tidak menular, TBC, dan pelayanan kesehatan gratis, melalui koordinasi yang lebih efisien.


Peserta rapat juga menyadari sejumlah tantangan:

  • Variasi selera lokal: beberapa siswa kurang suka menu tertentu seperti tempe, tahu, atau sayur buncis, yang bisa mengurangi tingkat konsumsi.
  • Keterbatasan anggaran lokal meskipun ada alokasi besar, karena kebutuhan distribusi, katering, dan pemantauan cukup luas.
  • Potensi masalah keamanan pangan dan distribusi, yang menuntut pengawasan lebih ketat agar kualitas makanan tetap tinggi dan aman.
  • Kebutuhan sistem monitoring dan evaluasi yang lebih sistematis agar evaluasi triwulan benar-benar mencerminkan kondisi lapangan dan dapat ditindaklanjuti.


Pertemuan lintas sektor triwulan IV di Puskesmas Ogan Permata Indah menegaskan komitmen semua pihak untuk mendukung program prioritas kesehatan nasional, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui kolaborasi antara Puskesmas, , posyandu, dan masyarakat, diharapkan program MBG dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan bermanfaat bagi seluruh penerima.


Kepala Puskesmas OPI menyatakan apresiasi atas kehadiran semua pihak dan menegaskan bahwa pertemuan semacam ini akan rutin dilaksanakan demi mengevaluasi capaian dan memperbaiki strategi implementasi program kesehatan. Sementara itu, MIN 2 Kota Palembang menyatakan akan terus berpartisipasi aktif dalam program gizi dan kesehatan, termasuk MBG, sebagai bentuk dukungan pada upaya mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. (an)

5 Likes

Author: Andri