Palembang Kemenag Sumsel
Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia tidak hanya dirayakan melalui upacara khidmat di Halaman MAN 3 Kota Palembang, tetapi juga dilanjutkan dengan kegiatan ziarah mengenang jasa para pendahulu Kementerian Agama. Puncak peringatan yang mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju” menjadi momentum refleksi sekaligus penghormatan kepada tokoh-tokoh yang telah berkontribusi dalam sejarah pelayanan keagamaan di Sumatera Selatan. Sabtu, (03/01/2026).
Usai upacara peringatan HAB ke-80 yang berlangsung dengan penuh khidmat, rombongan dari MIN 2 Kota Palembang bersama jajaran Kementerian Agama Kota Palembang melanjutkan rangkaian kegiatan dengan berziarah ke pemakaman di Puncak Sekuning, Palembang. Ziarah ini merupakan bagian dari kegiatan yang bermakna, yakni mengenang jasa keluarga besar Kementerian Agama yang telah berpulang dan memberi inspirasi pengabdian kepada bangsa.
Kegiatan ziarah tersebut diikuti oleh Kepala MIN 2 Kota Palembang beserta guru, tenaga kependidikan, dan perwakilan siswa yang hadir untuk memberikan penghormatan sekaligus mendoakan para almarhum yang dahulu pernah mengabdi di lingkungan Kemenag. Dalam tradisi ini, ziarah dianggap sebagai bentuk penghormatan serta refleksi terhadap dedikasi mereka dalam mendukung kemajuan lembaga.
Salah satu makam yang diziarahi adalah makam almarhum KH. Yusuf Aziz, yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting di Kementerian Agama Sumatera Selatan dan pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Selatan periode kedua. Kehadiran rombongan di makam beliau menjadi simbol penghormatan langsung terhadap jasa dan jerih payah beliau dalam memperkuat layanan agama di daerah.
Kegiatan ziarah ini bukan hanya ritual, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai bagian dari nilai kembali ke akar sejarah dan tradisi Kementerian Agama dalam menghormati para pendahulu yang telah berjuang membangun institusi. Ziarah diharapkan menjadi inspirasi untuk meneruskan semangat pengabdian mereka dalam tugas sehari-hari.
Surat Edaran Resmi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Pedoman Peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan ziarah sebagai bagian dari serangkaian kegiatan HAB yang diimbau diikuti oleh seluruh satuan kerja Kementerian Agama, sebagai wujud penghormatan dan refleksi atas perjalanan sejarah Kemenag. Surat edaran ini juga mengatur pelaksanaan upacara, kegiatan sosial, dan berbagai bentuk penghormatan lain yang dilaksanakan di daerah.
Menurut pedoman tersebut, rangkaian kegiatan HAB di tingkat satuan kerja dapat meliputi ziarah ke makam pahlawan, tokoh agama, maupun mantan pejabat penting Kemenag yang telah wafat, sebagai bentuk penghormatan dan mendoakan jasa-jasa mereka bagi bangsa.
Ziarah ke makam tokoh Kemenag juga menjadi ajang membangun apresiasi generasi muda terhadap semangat pengabdian yang telah diwariskan para pendahulu. Hal ini disampaikan oleh Kepala MIN 2 Kota Palembang sebagai bagian dari maksud dan tujuan kegiatan ziarah yang dilaksanakan secara bersama-sama.
Kepala MIN 2 Kota Palembang mengatakan bahwa kegiatan ziarah merupakan ungkapan rasa hormat kepada para tokoh yang telah mendarmabaktikan hidupnya untuk pelayanan agama dan pendidikan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menanamkan nilai sejarah kepada siswa, guru, dan tenaga kependidikan tentang pentingnya mengenang jasa orang-orang yang telah memperjuangkan pelayanan umat.
Beliau menambahkan bahwa melalui ziarah, generasi melalui lingkungan madrasah dapat melihat secara langsung bukti perjuangan jasa para tokoh lewat makam mereka, sekaligus mendoakan agar amal ibadah mereka diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam pandangan Kepala MIN 2 Kota Palembang, kegiatan ziarah juga sejalan dengan tema HAB ke-80, yakni memperkuat sinergi dan kerukunan dalam rangka membangun Indonesia yang damai dan maju. Ziarah menjadi bentuk nyata penghormatan terhadap pendahulu sekaligus refleksi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan kolaborasi.
Seluruh peserta ziarah mengikuti prosesi tabur bunga serta doa bersama di makam Puncak Sekuning, di mana suasana penuh hormat dan khidmat terlihat ketika rombongan mempersembahkan doa untuk almarhum.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata pengabdian civitas akademika MIN 2 Kota Palembang untuk terus menghormati nilai-nilai sejarah Kementerian Agama dan meneruskannya dalam pengabdian kepada umat dan bangsa.
Dengan demikian, ziarah ini bukan hanya kegiatan formal dalam rangkaian HAB, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda untuk mengenal sejarah Kemenag dan memahami nilai penghormatan kepada mereka yang telah berjasa.
Momen ziarah ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh ASN, tenaga pendidik, dan siswa bahwa pengabdian yang tulus akan dikenang oleh generasi berikutnya.
Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan emosional antara madrasah dan sejarah kelembagaan Kementerian Agama, sehingga peserta dapat lebih mencintai dan memahami perjalanan panjang lembaga tersebut.
Ziarah merupakan bagian dari tradisi penghormatan harkat dan martabat jasa pendahulu, yang terus dilakukan setiap tahun dalam rangkaian HAB di berbagai daerah.
Dalam kesempatan ini, Kepala MIN 2 Kota Palembang mengajak seluruh civitas akademika untuk terus mengambil hikmah dari kegiatan ziarah tersebut sebagai motivasi dalam meningkatkan semangat belajar, berkarya, dan berkontribusi demi kemajuan umat dan bangsa.
Rangkaian kegiatan HAB ke-80 di Kota Palembang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan evaluasi program layanan pendidikan dan keagamaan di madrasah sebagai wujud komitmen pembinaan yang berkelanjutan.
Dengan demikian, peringatan HAB ke-80 tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga memperkuat nilai sejarah dan khidmat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.
