min2palembang.sch.id Berita MIN 2 Kota Palembang Gelar Kegiatan Pembuatan Kompos, Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

MIN 2 Kota Palembang Gelar Kegiatan Pembuatan Kompos, Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

Palembang Kemenag Sumsel

Siswa-siswi MIN 2 Kota Palembang dengan penuh semangat mengikuti kegiatan pembuatan kompos yang dipimpin langsung oleh Bapak Fairuz, salah satu guru madrasah yang dikenal aktif mengembangkan program lingkungan hidup di madrasah. Jumat, 07/11/2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran tematik yang menggabungkan ilmu pengetahuan dengan praktik langsung di lapangan. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya belajar teori tentang pengelolaan sampah, tetapi juga memahami secara langsung bagaimana mengolah limbah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi lingkungan.

Dalam arahannya, Bapak Fairuz menjelaskan pentingnya menjaga lingkungan dengan memanfaatkan kembali limbah organik seperti daun kering, sisa makanan, dan potongan rumput. “Sampah bukan hanya sesuatu yang dibuang, tetapi bisa diubah menjadi sesuatu yang berguna, seperti kompos yang dapat menyuburkan tanaman,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Proses pembuatan kompos dimulai dengan mengumpulkan bahan-bahan organik yang mudah terurai. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan bertugas mencari serta mengumpulkan daun-daun kering di sekitar halaman madrasah. Selain daun kering, mereka juga menggunakan potongan sisa sayuran dan rumput hasil penyapuan halaman.

Tahap kedua adalah memotong bahan-bahan organik menjadi bagian yang lebih kecil agar proses penguraian berjalan lebih cepat. Para siswa terlihat antusias saat bekerja sama menggunakan gunting taman dan alat sederhana lainnya untuk mencacah daun dan ranting.

Selanjutnya, pada tahap ketiga, siswa diajarkan cara mencampur bahan organik dengan tanah dan sedikit air. Bapak Fairuz mencontohkan bahwa kompos yang baik membutuhkan keseimbangan antara bahan kering (seperti daun) dan bahan basah (seperti sisa sayuran), agar proses penguraian berjalan optimal.

Tahap keempat adalah proses fermentasi atau penguraian, di mana bahan-bahan yang telah dicampur dimasukkan ke dalam wadah tertutup atau lubang tanah. Guru menjelaskan bahwa campuran tersebut perlu diaduk setiap beberapa hari agar oksigen tetap masuk dan proses pembusukan berjalan sempurna.

Siswa juga diberi pengetahuan bahwa dalam proses pembuatan kompos, mikroorganisme berperan penting untuk menguraikan bahan-bahan organik menjadi pupuk alami. “Kita tidak bisa melihatnya dengan mata telanjang, tetapi mikroba-mikroba ini yang bekerja keras menjadikan sampah menjadi tanah yang subur,” tutur Bapak Fairuz sambil menunjukkan contoh hasil kompos yang sudah jadi.

Tahap kelima adalah pemantauan dan perawatan. Para siswa diminta memeriksa suhu dan kelembaban kompos setiap beberapa hari. Jika terlalu kering, mereka menambahkan sedikit air. Jika terlalu basah, mereka menambahkan daun kering agar proses berjalan seimbang.

Setelah kurang lebih dua hingga tiga minggu, kompos yang baik akan berubah warna menjadi coklat tua kehitaman, tidak berbau busuk, dan memiliki tekstur yang gembur. Kompos ini kemudian dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman di taman madrasah, terutama tanaman toga dan bunga yang dirawat oleh siswa.

Kegiatan ini bukan sekadar praktik ilmiah, tetapi juga sarana menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan. Para siswa belajar bahwa menjaga kebersihan lingkungan dan mengolah sampah organik merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk bumi yang lebih hijau.

Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya karakter peduli lingkungan dan tanggung jawab sosial. Para guru berharap siswa dapat membawa kebiasaan positif ini ke rumah masing-masing dan mengajarkan keluarga tentang manfaat pembuatan kompos.

Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa madrasah harus menjadi tempat tumbuhnya kesadaran ekologis sejak dini. “Anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari pengalaman nyata. Melalui kegiatan ini, mereka belajar mencintai bumi dan menjaga ciptaan Allah,” ungkapnya.

Beliau menambahkan bahwa program seperti ini akan terus dikembangkan melalui kegiatan Madrasah Adiwiyata dan program Jumat Bersih. Dengan begitu, siswa MIN 2 Kota Palembang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi.

Kegiatan pembuatan kompos di MIN 2 Kota Palembang hari ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan lingkungan dapat dikemas dengan menyenangkan dan mendidik. Semangat para siswa dalam bekerja sama, belajar, dan berbuat untuk bumi menjadi inspirasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. (an)

10 Likes

Author: Andri