min2palembang.sch.id Berita Dukung Asta Protas Kemenag, Ketua Tim Adiwiyata MIN 2 Palembang Ikuti Sosialisasi Gerakan Tobat Ekologis

Dukung Asta Protas Kemenag, Ketua Tim Adiwiyata MIN 2 Palembang Ikuti Sosialisasi Gerakan Tobat Ekologis

Palembang Kemenag Sumsel

Komitmen dalam mewujudkan madrasah yang peduli dan berbudaya lingkungan terus diperkuat oleh MIN 2 Kota Palembang. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Ketua Tim Adiwiyata MIN 2 Kota Palembang, Silvia Libraeni, dalam kegiatan sosialisasi dan peluncuran Gerakan Tobat Ekologis bertajuk “Mengawali Langkah Bersama untuk Sekolah Berbudaya Lingkungan” yang dilaksanakan secara daring pada Senin, 12/10/2026, mulai pukul 08.30 WIB.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran dan komitmen satuan pendidikan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui gerakan tersebut, sekolah dan madrasah didorong untuk tidak hanya menyampaikan pesan kepedulian lingkungan, tetapi juga menerapkannya melalui tindakan nyata dan berkelanjutan.

Keikutsertaan Silvia Libraeni dalam kegiatan ini sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya penguatan ekoteologi. Ekoteologi mengajarkan pentingnya membangun kesadaran bahwa menjaga dan melestarikan alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia serta wujud pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam lingkungan madrasah, penguatan ekoteologi dapat diwujudkan melalui pembiasaan menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah dan mengelola sampah, merawat tanaman, serta menghemat penggunaan air dan energi. Pembiasaan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter murid yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian terhadap lingkungan.

Gerakan Tobat Ekologis merupakan ajakan untuk mengevaluasi perilaku yang berpotensi merusak lingkungan sekaligus membangun kebiasaan baru yang lebih bertanggung jawab. Melalui gerakan ini, satuan pendidikan didorong melakukan swa-evaluasi ekologis dan menyusun rencana aksi selama 30 hari yang mencakup lima aspek utama Adiwiyata, yakni kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati, penghematan dan konservasi energi, serta penghematan dan konservasi air.

Kelima aspek tersebut menjadi perhatian penting dalam mewujudkan lingkungan belajar yang bersih, sehat, nyaman, dan lestari. Pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan seluruh warga madrasah, mulai dari kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, hingga murid, agar budaya peduli lingkungan dapat tumbuh melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Ketua Tim Adiwiyata MIN 2 Kota Palembang, Ibu Silvia Libraeni, menyampaikan bahwa sosialisasi Gerakan Tobat Ekologis memberikan penguatan bagi madrasah untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui langkah-langkah konkret.

“Gerakan Tobat Ekologis mengingatkan kita bahwa menjaga lingkungan harus dimulai dari kesadaran diri dan diwujudkan melalui tindakan nyata. Di madrasah, kepedulian terhadap alam perlu ditanamkan melalui pembiasaan sehari-hari, sehingga seluruh warga madrasah tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari perilaku dan karakter,” ujar Silvia.

Ia menambahkan, Tim Adiwiyata MIN 2 Kota Palembang akan terus mendorong penguatan budaya peduli lingkungan melalui evaluasi kondisi madrasah, peningkatan pengelolaan sampah, pemeliharaan tanaman, serta pembiasaan hemat air dan energi. Upaya tersebut diharapkan dapat dilaksanakan secara terarah dengan melibatkan seluruh warga madrasah sesuai kebutuhan dan kondisi lingkungan.

Menurut  Ibu Silvia, keberhasilan program Adiwiyata tidak hanya dilihat dari lingkungan yang tampak bersih dan hijau, tetapi juga dari perubahan perilaku warga madrasah dalam menjaga kelestarian alam. Oleh karena itu, keterlibatan murid menjadi hal penting agar nilai-nilai kepedulian lingkungan dapat diterapkan secara berkelanjutan, baik di madrasah, di rumah, maupun di tengah masyarakat.

“Harapan kami, melalui Gerakan Tobat Ekologis, semangat menjaga lingkungan semakin kuat di MIN 2 Kota Palembang. Kami ingin membangun madrasah yang bersih, sehat, hijau, dan lestari sekaligus membentuk murid yang memiliki kepedulian terhadap alam. Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi salah satu wujud nyata pengamalan nilai-nilai kebaikan,” tambahnya.

Kegiatan ini sekaligus mempertegas bahwa pendidikan lingkungan memiliki hubungan erat dengan pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Melalui penguatan ekoteologi dalam Asta Protas Kementerian Agama, madrasah diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran yang menanamkan kesadaran kepada murid bahwa merawat alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.

Dengan mengikuti sosialisasi ini, MIN 2 Kota Palembang terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan budaya madrasah yang peduli lingkungan. Semangat Gerakan Tobat Ekologis diharapkan dapat mendorong lahirnya kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten, sehingga upaya pelestarian lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seluruh warga madrasah.

Melalui langkah tersebut, MIN 2 Kota Palembang berupaya mendukung Asta Protas Kementerian Agama, khususnya penguatan ekoteologi, sekaligus menanamkan nilai kepedulian, tanggung jawab, dan cinta lingkungan kepada generasi muda demi terciptanya masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (an)

0 Likes

Author: andre