min2palembang.sch.id Berita Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI Monitoring Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 2 Kota Palembang

Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI Monitoring Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 2 Kota Palembang

Palembang Kemenag Sumsel

MIN 2 Kota Palembang menerima kunjungan Tim Monitoring dalam rangka Monitoring Dukungan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui Penguatan Hasil Pembelajaran pada Madrasah/RA Tahun Anggaran 2026, Rabu (02/09/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan monitoring kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dilaksanakan oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia. Surat tugas pelaksanaan monitoring juga mencantumkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan melaksanakan monitoring dukungan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta melalui penguatan hasil pembelajaran pada madrasah/RA Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan monitoring dilaksanakan di Ruang Kepala MIN 2 Kota Palembang. Hadir dalam kesempatan tersebut Pengawas Pembina Madrasah, Bapak Raden Muhammad Tohir, S.Pd., M.Pd., serta Tim Monitoring dari Direktorat KSKK Madrasah, Bapak Mujahid, M.M.Pd., selaku Analis Kebijakan Ahli Pertama, yang dalam surat tugas tercatat mendapat tugas monitoring untuk wilayah Sumatera Selatan pada 1–3 September 2026. Kegiatan ini juga didampingi oleh Bapak Kaprawi dan dihadiri langsung oleh Plt. Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) H.M. Zaki Baridwan.

Dalam pelaksanaan monitoring, Bapak Mujahid melakukan wawancara secara langsung dengan Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah, S.Pd.I., M.Ag. Wawancara dilakukan untuk menggali informasi mengenai pelaksanaan dan keberlanjutan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.

Selain kepala madrasah, Tim Monitoring juga melakukan wawancara dengan guru dan siswa. Penggalian informasi dari berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran mengenai bagaimana kebijakan KBC dipahami dan diterapkan dalam proses pembelajaran serta kehidupan di lingkungan madrasah.

Monitoring dan evaluasi implementasi KBC pada dasarnya tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan administratif, tetapi juga untuk melihat kelanjutan pelaksanaan kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta serta kemajuan, hambatan, praktik baik, dan kebutuhan dukungan pendampingan. Instrumen monitoring yang digunakan Direktorat KSKK Madrasah menegaskan bahwa monitoring bersifat deskriptif dan pembinaan.

Adapun tujuan monitoring dan evaluasi antara lain untuk memantau kelanjutan pelaksanaan kebijakan KBC dari Direktorat KSKK Madrasah, melihat dukungan dan fasilitasi pelaksanaan KBC di wilayah kerja Kementerian Agama, serta memantau ketercapaian tiga indikator utama KBC, yaitu Madrasah Ramah Anak, Murid Sejahtera Mental dan Spiritual, serta Madrasah Ramah Lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mengidentifikasi hambatan, praktik baik, dan kebutuhan pendampingan sebagai bahan laporan pelaksanaan kebijakan kepada Direktorat KSKK Madrasah.

Dalam instrumen monitoring, implementasi KBC di madrasah juga dilihat melalui beberapa aspek, di antaranya pemahaman dan kesiapan madrasah, integrasi Panca Cinta dalam pembelajaran dan kegiatan madrasah, pergeseran paradigma menuju teologi cinta dan disiplin positif, penerapan Madrasah Ramah Anak, kepedulian terhadap lingkungan, kesejahteraan murid, serta keterlibatan orang tua dan masyarakat.

Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah, S.Pd.I., M.Ag., menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan monitoring tersebut. Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta menjadi bagian penting dalam membangun proses pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian pembelajaran, tetapi juga pada pembentukan karakter dan lingkungan madrasah yang positif.

“Kami menyambut baik kegiatan monitoring ini sebagai bagian dari proses evaluasi dan pembinaan terhadap implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 2 Kota Palembang. Bagi kami, KBC bukan hanya diterapkan dalam pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari budaya madrasah melalui keteladanan, kepedulian, penghargaan terhadap siswa, serta terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman dan penuh kasih sayang,” ujar Ibu Siti Ajnaimah.

Ia menambahkan bahwa masukan yang diperoleh melalui kegiatan monitoring akan menjadi bahan bagi madrasah untuk terus melakukan penguatan dan perbaikan.

“Kami berharap melalui monitoring ini, kami mendapatkan masukan yang konstruktif sehingga implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 2 Kota Palembang dapat terus diperkuat dan memberikan dampak nyata terhadap karakter, kesejahteraan, serta hasil pembelajaran siswa,” tambahnya.

Sementara itu, Bapak Mujahid, M.M.Pd., selaku Analis Kebijakan Ahli Pertama dari Direktorat KSKK Madrasah, menjelaskan bahwa kegiatan monitoring dilakukan untuk melihat keberlanjutan implementasi kebijakan KBC sekaligus mendapatkan informasi mengenai perkembangan pelaksanaannya di madrasah.

“Monitoring ini merupakan bagian dari upaya untuk melihat bagaimana keberlanjutan implementasi kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. Kami ingin melihat kemajuan yang sudah dilakukan, praktik-praktik baik yang berkembang, hambatan yang dihadapi, serta dukungan apa yang masih dibutuhkan agar implementasi KBC dapat berjalan semakin optimal,” jelas Mujahid.

Menurut Mujahid, monitoring juga menjadi sarana untuk memperoleh informasi secara langsung dari unsur-unsur yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan. Oleh karena itu, wawancara dilakukan tidak hanya kepada kepala madrasah, tetapi juga kepada guru dan siswa.

Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan dapat mendorong terwujudnya proses pendidikan yang lebih bermakna dengan menempatkan nilai-nilai cinta sebagai bagian dari pembelajaran dan budaya madrasah.

Melalui penerapan KBC, madrasah diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang ramah anak, memberikan ruang bagi kesejahteraan mental dan spiritual murid, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan. Ketiga aspek tersebut menjadi bagian dari indikator utama yang dipantau dalam implementasi kebijakan KBC.

Kegiatan monitoring di MIN 2 Kota Palembang berlangsung dengan suasana terbuka dan komunikatif. Wawancara bersama kepala madrasah, guru dan siswa menjadi bagian dari proses penggalian informasi untuk melihat secara lebih utuh pelaksanaan KBC di lingkungan madrasah.

MIN 2 Kota Palembang berkomitmen untuk terus mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. Melalui penguatan nilai-nilai cinta dalam pembelajaran dan budaya madrasah, diharapkan proses pendidikan dapat semakin memberikan dampak positif terhadap karakter, kesejahteraan dan hasil pembelajaran siswa. (an)

1 Likes

Author: andre