Palembang Kemenag Sumsel
MIN 2 Kota Palembang menerima kunjungan penting dari tim verifikasi lapangan dalam rangka Penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota Palembang Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang dalam menilai kinerja lembaga pendidikan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Rabu,15/04/2026.
Verifikasi lapangan ini dilaksanakan berdasarkan jadwal resmi yang berlangsung pada tanggal 07 hingga 16 April 2026. Kegiatan ini mencakup berbagai lembaga pendidikan yang diusulkan sebagai calon penerima penghargaan Adiwiyata tingkat kota.
Kedatangan tim penilai disambut dengan penuh antusias dan kebahagiaan oleh seluruh civitas MIN 2 Kota Palembang. Suasana hangat dan penuh semangat terlihat sejak rombongan tim verifikasi tiba di lingkungan madrasah.
Penyambutan dilakukan secara resmi di ruang Kepala MIN 2 Kota Palembang. Para tamu diterima langsung oleh Kepala Madrasah beserta jajaran tim Adiwiyata dan para koordinator bidang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para guru, tenaga kependidikan, serta siswa yang telah menjadi kader Adiwiyata tahun 2026. Kehadiran mereka menunjukkan kesiapan madrasah dalam mengikuti penilaian ini.
Kegiatan verifikasi diawali dengan pembukaan resmi di ruang kepala madrasah. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan dalam mendukung program lingkungan hidup.
Dalam sambutannya, Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah, menyampaikan komitmen kuat madrasah untuk menjadi bagian dari gerakan peduli lingkungan melalui program Adiwiyata.
Beliau menegaskan bahwa MIN 2 Kota Palembang terus berupaya membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan madrasah.
“InsyaAllah kami berkomitmen menjadikan MIN 2 Kota Palembang sebagai madrasah Adiwiyata, dan kami berharap dapat melangkah menuju Adiwiyata Nasional pada tahun 2026,” ujar beliau dengan penuh optimisme.
Program Adiwiyata sendiri merupakan program yang bertujuan untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang peduli dan berbudaya lingkungan.
Adiwiyata berasal dari dua kata, yaitu “Adi” yang berarti besar atau ideal, dan “Wiyata” yang berarti tempat belajar. Dengan demikian, Adiwiyata merupakan tempat yang ideal untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan nilai-nilai etika lingkungan.
Program ini dicanangkan oleh pemerintah untuk mendorong kesadaran lingkungan di kalangan warga madrasah melalui berbagai kegiatan nyata.
Adanya Adiwiyata Nasional menjadi tahapan lanjutan bagi madrasah yang telah berhasil di tingkat kota dan provinsi. Hal ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada madrasah yang konsisten dalam pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini, tim verifikasi melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap berbagai aspek yang telah diterapkan di MIN 2 Kota Palembang.
Ibu Nyimas Ida Apriani, selaku Tim Verifikasi sekaligus anggota Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Madya, menyampaikan apresiasinya terhadap kesiapan madrasah.
Beliau mengungkapkan bahwa MIN 2 Kota Palembang telah menunjukkan upaya nyata dalam pengelolaan lingkungan berbasis partisipatif.
“Madrasah ini telah menunjukkan komitmen yang baik dalam membangun budaya peduli lingkungan. Kami melihat adanya keterlibatan aktif dari seluruh warga madrasah,” ujarnya.
Penilaian Adiwiyata mencakup beberapa faktor utama yang menjadi indikator keberhasilan suatu madrasah dalam pengelolaan lingkungan.
Faktor pertama adalah kebijakan berwawasan lingkungan, yaitu adanya aturan dan program madrasah yang mendukung pelestarian lingkungan.
Faktor kedua adalah pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, di mana materi pembelajaran mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan hidup.
Faktor ketiga adalah kegiatan partisipatif, yaitu keterlibatan seluruh warga madrasah dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Faktor keempat adalah pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan, seperti pengelolaan sampah, sanitasi, serta pemanfaatan energi secara efisien.
Melalui program Adiwiyata, madrasah diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk proses pembelajaran. Selain itu, program ini juga memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan sejak dini.
Manfaat lainnya adalah meningkatnya kesadaran warga madrasah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Adiwiyata juga mendorong terciptanya inovasi dalam pengelolaan lingkungan, seperti pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna.
Di MIN 2 Kota Palembang, berbagai program lingkungan telah dijalankan, seperti pengelolaan kebun madrasah, apotek hidup, dan kegiatan gotong royong rutin.
Para siswa juga dilibatkan secara aktif sebagai kader Adiwiyata yang menjadi pelopor gerakan peduli lingkungan di madrasah. Hal ini menjadi bukti bahwa pendidikan lingkungan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya verifikasi lapangan ini, diharapkan MIN 2 Kota Palembang dapat meraih predikat Adiwiyata tingkat kota dan melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi.
Semangat dan komitmen yang ditunjukkan oleh seluruh civitas madrasah menjadi modal utama dalam mencapai tujuan tersebut. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga sebagai sarana evaluasi dan pembelajaran untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan.
MIN 2 Kota Palembang optimis dapat menjadi contoh madrasah yang unggul dalam bidang lingkungan hidup. Dengan kerja sama dan dukungan semua pihak, cita-cita menuju Adiwiyata Nasional 2026 bukanlah hal yang mustahil.
Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi madrasah lainnya untuk turut serta dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup demi masa depan yang lebih baik. (an)
