min2palembang.sch.id Berita Simulasi TKA Hari Pertama MIN 2 Kota Palembang Berjalan Lancar, Perkuat Kesiapan Akademik Siswa

Simulasi TKA Hari Pertama MIN 2 Kota Palembang Berjalan Lancar, Perkuat Kesiapan Akademik Siswa

Palembang Kemenag Sumsel

MIN 2 Kota Palembang melaksanakan kegiatan Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari pertama yang berlangsung di Laboratorium Komputer madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VI dari dua lokasi, yaitu kelas utama Pakjo dan lokasi Jakabaring. Pelaksanaan simulasi ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan menghadapi TKA tingkat nasional yang akan datang. Sejak pagi hari, para siswa telah hadir dengan penuh semangat untuk mengikuti simulasi berbasis komputer yang dirancang menyerupai pelaksanaan ujian sesungguhnya. Kegiatan ini dilaksanakan dalam satu hari satu sesi, di mana setiap sesi terdiri dari tiga gelombang. Setiap gelombang mengerjakan soal selama 1,5 jam sesuai dengan ketentuan durasi waktu yang ditetapkan. Senin, 02/03/2026

Untuk kelas Pakjo, jumlah peserta simulasi mencapai 245 siswa yang berasal dari kelas 6A sampai 6F. Sementara itu, untuk lokasi Jakabaring diikuti oleh siswa kelas 6G hingga 6I. Seluruh peserta dibagi dalam gelombang yang terjadwal secara tertib agar pelaksanaan berjalan lancar dan kondusif. Panitia memastikan kesiapan perangkat komputer, jaringan internet, serta sistem aplikasi ujian sebelum simulasi dimulai. Hal ini dilakukan guna meminimalisir kendala teknis dan memberikan pengalaman yang optimal bagi siswa.

Tes Kemampuan Akademik atau TKA merupakan asesmen terstandar yang dirancang pemerintah untuk mengukur capaian kompetensi akademik siswa secara objektif dan komprehensif. TKA bertujuan untuk memetakan kemampuan peserta didik dalam aspek literasi dan numerasi sebagai fondasi penting pendidikan dasar. Dalam simulasi ini, materi yang diujikan meliputi Numerasi Matematika, Bahasa Indonesia, serta Survei Lingkungan Belajar atau Sulingjar. Numerasi Matematika berfokus pada kemampuan siswa dalam memahami konsep angka, operasi hitung, pemecahan masalah kontekstual, penalaran logis, serta penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Secara ilmiah, kemampuan numerasi sangat berkaitan dengan keterampilan berpikir kritis dan pengambilan keputusan yang efektif.

Sementara itu, Bahasa Indonesia dalam TKA mengukur kemampuan literasi membaca, memahami isi teks, menganalisis informasi, menyimpulkan bacaan, serta menafsirkan makna tersirat. Literasi menjadi kompetensi dasar yang sangat penting karena menjadi kunci dalam memahami seluruh mata pelajaran lainnya. Data pendidikan menunjukkan bahwa peningkatan literasi dan numerasi berdampak signifikan terhadap keberhasilan akademik siswa pada jenjang pendidikan berikutnya. Oleh karena itu, simulasi ini menjadi langkah strategis dalam mengidentifikasi kemampuan awal siswa sebelum menghadapi asesmen resmi.

Adapun Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) merupakan instrumen pendukung yang bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai iklim dan kualitas pembelajaran di madrasah. Sulingjar mencakup aspek dukungan guru, kenyamanan belajar, manajemen kelas, serta budaya madrasah. Hasil survei ini tidak digunakan untuk menilai individu siswa, melainkan sebagai bahan evaluasi mutu pendidikan secara menyeluruh. Dengan adanya Sulingjar, madrasah dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa sehingga dapat melakukan perbaikan berkelanjutan.

Kepala MIN 2 Kota Palembang Ibu Siti Ajnaimah, menyampaikan bahwa simulasi ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mempersiapkan siswa secara akademik maupun mental. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar latihan teknis, tetapi sarana pembiasaan agar siswa lebih percaya diri dan siap menghadapi ujian berbasis komputer. “Simulasi TKA ini adalah langkah strategis untuk memastikan anak-anak kita siap secara kemampuan dan mental. Kami ingin mereka memahami pola soal, mengatur waktu dengan baik, serta memiliki rasa percaya diri yang tinggi,” ujar beliau. Ibu Siti Ajnaimah juga mengapresiasi kerja sama seluruh koordinator bidang, guru, tenaga kependidikan, serta panitia TKA yang telah bekerja maksimal demi kelancaran kegiatan ini.

Seluruh koordinator bidang turut memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan simulasi. Koordinator kurikulum menekankan pentingnya hasil simulasi sebagai bahan evaluasi pembelajaran ke depan. Koordinator sarana dan prasarana memastikan seluruh perangkat komputer dalam kondisi optimal. Koordinator kesiswaan turut memberikan motivasi kepada siswa agar tetap fokus dan tenang selama mengerjakan soal. Kehadiran seluruh panitia TKA menjadi bukti sinergi kuat dalam mendukung kesuksesan program ini.

Salah satu panitia TKA, Ibu Altus, menyampaikan bahwa simulasi ini sangat membantu dalam mengukur kesiapan teknis dan kemampuan siswa sejak dini. Menurutnya, melalui simulasi ini panitia dapat mengidentifikasi kendala yang mungkin muncul, baik dari sisi teknis maupun kesiapan peserta. “Kami ingin memastikan saat pelaksanaan TKA resmi nanti, seluruh siswa sudah terbiasa dengan sistemnya. Simulasi ini menjadi evaluasi penting bagi kami sebagai panitia,” ungkap Ibu Altus.

Selama pelaksanaan, siswa tampak serius dan fokus mengerjakan soal di hadapan layar komputer. Beberapa siswa mengaku awalnya merasa gugup, namun setelah beberapa menit mereka mulai terbiasa dengan sistem yang digunakan. Simulasi ini juga melatih siswa dalam manajemen waktu, karena durasi 1,5 jam harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menyelesaikan seluruh soal. Guru pendamping turut memberikan arahan sebelum ujian dimulai mengenai strategi membaca soal, memahami perintah dengan teliti, serta memeriksa kembali jawaban sebelum waktu berakhir.

Tujuan utama dari kegiatan simulasi TKA ini adalah untuk meningkatkan kesiapan akademik siswa, membiasakan penggunaan sistem ujian berbasis komputer, memetakan kemampuan awal, serta memberikan kesempatan perbaikan sebelum ujian resmi dilaksanakan. Manfaat lain yang diperoleh adalah meningkatnya rasa percaya diri siswa, meningkatnya kedisiplinan, serta tersedianya data evaluasi untuk perencanaan pembelajaran lanjutan. Dengan adanya data hasil simulasi, guru dapat menyusun program pengayaan maupun remedial secara lebih terarah.H

Pelaksanaan simulasi TKA hari pertama di MIN 2 Kota Palembang berjalan lancar tanpa kendala berarti. Seluruh peserta dapat menyelesaikan ujian sesuai waktu yang ditentukan. Pihak madrasah berharap kegiatan ini dapat menjadi pijakan awal untuk hasil TKA yang optimal nantinya. Dukungan penuh dari kepala madrasah, koordinator bidang, panitia, guru, serta orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan persiapan ini.

MIN 2 Kota Palembang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan serta kesiapan siswa menghadapi tantangan akademik di masa depan. Kegiatan ini bukan hanya sekadar persiapan ujian, melainkan bagian dari upaya membentuk generasi yang cerdas, terampil, dan siap bersaing di era pendidikan berbasis kompetensi. (an)

14 Likes

Author: Andri