min2palembang.sch.id Berita Penuh Semangat, Ujian Tahfidz Juz 30 Siswa Kelas VI MIN 2 Kota Palembang

Penuh Semangat, Ujian Tahfidz Juz 30 Siswa Kelas VI MIN 2 Kota Palembang

Palembang Kemenag Sumsel

Kegiatan ujian hafalan Al-Qur’an Juz 30 atau yang dikenal juga dengan istilah tasmi’ Al-Qur’an dilaksanakan dengan penuh khidmat di Mushola Rumah Tahfidz Baitul Ilmi MIN 2 Kota Palembang. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangka mengukur capaian hafalan siswa kelas VI sebelum menyelesaikan pendidikan di madrasah. Pada hari Senin, 06/04/2026.

Siswa hadir dengan penuh kesiapan dan semangat. Mereka membawa harapan besar untuk dapat menyetorkan hafalan terbaik yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan di madrasah. Suasana mushola terasa tenang dan religius, mencerminkan kesungguhan seluruh peserta dalam mengikuti ujian ini.

Kegiatan tasmi’ dilaksanakan secara bergiliran, di mana satu per satu siswa maju ke hadapan tim penguji untuk menyetorkan hafalan mereka. Proses ini dilakukan dengan tertib dan penuh disiplin, sehingga setiap siswa mendapatkan kesempatan yang adil untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Tim penguji yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari para ustadz dan guru yang berkompeten di bidang Al-Qur’an, salah satunya adalah Ustad Sholihin. Beliau berperan aktif dalam menguji sekaligus memberikan arahan kepada para siswa selama proses berlangsung.

Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya diminta untuk melafalkan hafalan, tetapi juga diuji ketepatan tajwid, kelancaran bacaan, serta kefasihan dalam melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Hal ini bertujuan agar hafalan yang dimiliki tidak hanya kuat, tetapi juga benar secara kaidah.

Ustad Sholihin dalam kesempatan tersebut juga memberikan koreksi langsung terhadap bacaan siswa. Setiap kesalahan diperbaiki dengan penuh kesabaran, sehingga siswa dapat memahami letak kekeliruannya dan memperbaikinya di masa mendatang.

Tidak hanya menguji, Ustad Sholihin juga membagikan berbagai metode efektif dalam menghafal Al-Qur’an. Metode pertama yang disampaikan adalah metode takrir, yaitu mengulang-ulang ayat yang sama secara konsisten hingga benar-benar melekat dalam ingatan.

Metode kedua adalah talaqqi, yakni belajar langsung dengan guru, di mana siswa membaca dan guru menyimak serta membenarkan bacaan. Metode ini dinilai sangat penting untuk menjaga keakuratan bacaan sesuai dengan tajwid.

Selanjutnya, beliau menjelaskan metode muroja’ah, yaitu mengulang hafalan yang sudah dipelajari sebelumnya. Muroja’ah menjadi kunci utama agar hafalan tidak mudah lupa dan tetap terjaga dalam jangka panjang.

Metode lainnya adalah membagi hafalan menjadi bagian kecil atau chunking, sehingga siswa tidak merasa terbebani. Dengan cara ini, ayat-ayat panjang dapat dihafal secara bertahap dan lebih mudah dipahami.

Ustad Sholihin juga menekankan pentingnya memahami makna ayat sebagai salah satu cara memperkuat hafalan. Ketika siswa memahami isi kandungan ayat, maka hafalan akan lebih mudah diingat dan diresapi.

Selain itu, beliau menyarankan agar siswa memiliki waktu khusus yang konsisten setiap hari untuk menghafal, seperti setelah shalat Subuh atau Maghrib. Konsistensi menjadi kunci keberhasilan dalam menghafal Al-Qur’an.

Dalam kegiatan ini, tampak antusiasme siswa yang sangat tinggi. Meskipun ada rasa gugup, mereka tetap berusaha menampilkan hafalan terbaik di hadapan penguji. Hal ini menunjukkan kesungguhan mereka dalam mempelajari Al-Qur’an.

Para guru yang hadir juga turut memberikan dukungan moral kepada siswa. Mereka memberikan motivasi agar siswa tetap percaya diri dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi ujian hafalan ini.

Kegiatan tasmi’ Al-Qur’an ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter religius siswa. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk disiplin, sabar, dan memiliki tanggung jawab terhadap hafalannya.

Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Beliau menilai bahwa program tahfidz merupakan bagian penting dalam membentuk generasi Qur’ani.

“Melalui kegiatan tasmi’ ini, kita tidak hanya mengukur kemampuan hafalan siswa, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Ini adalah bekal penting bagi mereka untuk masa depan,” ujar beliau.

Beliau juga berharap agar kegiatan ini dapat terus ditingkatkan kualitasnya, sehingga mampu melahirkan siswa-siswi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia yang berlandaskan Al-Qur’an.

Lebih lanjut, Ibu Siti Ajnaimah menegaskan bahwa madrasah akan terus mendukung program-program keagamaan yang mampu membangun karakter siswa secara menyeluruh. Hal ini sejalan dengan visi madrasah dalam mencetak generasi yang unggul dan berakhlakul karimah.

Dengan terselenggaranya kegiatan ujian hafalan Juz 30 ini, diharapkan para siswa dapat mempertahankan bahkan meningkatkan hafalan mereka di jenjang pendidikan berikutnya. Semangat menghafal Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti sampai di sini.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa madrasah tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga memberikan perhatian besar terhadap pendidikan keagamaan. Dengan demikian, diharapkan lahir generasi yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan iman. (an)

2 Likes

Author: andre