min2palembang.sch.id Berita Edukasi STBM di MIN 2 Kota Palembang, Siswa Didorong Terapkan Pola Hidup Sehat Sejak Dini

Edukasi STBM di MIN 2 Kota Palembang, Siswa Didorong Terapkan Pola Hidup Sehat Sejak Dini

Palembang, Kemenag Sumsel
Kegiatan penyuluhan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dilaksanakan di aula MIN 2 Kota Palembang dengan melibatkan Perwakilan siswa dari setiap kelas sebagai peserta utama. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan madrasah maupun di rumah. Selasa, 07/04/2026

Penyuluhan ini menghadirkan tim dari Puskesmas Pakjo Palembang yang terdiri dari tenaga kesehatan profesional, termasuk petugas kesehatan lingkungan dan laboratorium kesehatan. Mereka memberikan materi secara langsung dengan pendekatan edukatif dan interaktif.

Kegiatan ini juga didampingi oleh tim UKS MIN 2 Kota Palembang yang berperan aktif dalam mendukung jalannya kegiatan serta memastikan siswa dapat memahami materi dengan baik.

Sejak awal kegiatan, siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan. Materi disajikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga siswa mampu menyerap informasi dengan maksimal.

STBM sendiri merupakan program nasional yang bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap sanitasi dan kesehatan lingkungan. Program ini memiliki lima pilar utama yang menjadi fokus dalam penyuluhan.

Pilar pertama adalah Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Dalam penjelasannya, petugas kesehatan menekankan bahwa buang air besar harus dilakukan di jamban yang sehat agar tidak mencemari lingkungan.

Dijelaskan bahwa praktik buang air besar sembarangan dapat menyebabkan penyebaran berbagai penyakit, seperti diare, kolera, dan infeksi saluran pencernaan lainnya. Oleh karena itu, penggunaan jamban sehat menjadi keharusan.

Pilar kedua adalah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Siswa diajarkan pentingnya mencuci tangan dengan sabun pada waktu-waktu penting, seperti sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah beraktivitas di luar.

Petugas juga mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar sesuai standar kesehatan, sehingga siswa dapat langsung menirukan dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pilar ketiga adalah Pengelolaan Makanan dan Minuman Rumah Tangga. Dalam materi ini, siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan makanan dan minuman agar terhindar dari kontaminasi bakteri.

Ditekankan bahwa makanan harus dimasak dengan baik, disimpan di tempat yang bersih, serta menggunakan air yang layak konsumsi. Hal ini penting untuk mencegah penyakit yang berasal dari makanan.

Pilar keempat adalah Pengamanan Sampah Rumah Tangga. Siswa diajarkan untuk membuang sampah pada tempatnya serta memilah sampah organik dan anorganik.

Petugas menjelaskan bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat mencegah pencemaran lingkungan dan mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang kotor.

Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan konsep daur ulang sederhana yang dapat dilakukan di rumah sebagai upaya mengurangi jumlah sampah.

Pilar kelima adalah Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga. Dalam hal ini, dijelaskan bahwa limbah cair seperti air bekas cucian dan dapur harus dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan.

Petugas kesehatan lingkungan menegaskan bahwa limbah cair yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber penyakit serta merusak kualitas air tanah.

Dalam kegiatan ini, tim dari Puskesmas Pakjo juga memberikan contoh sederhana bagaimana membuat saluran pembuangan air yang baik dan ramah lingkungan.

Siswa terlihat aktif bertanya dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan rasa ingin tahu mereka terhadap materi yang disampaikan.

Tim UKS MIN 2 Kota Palembang juga turut memberikan penguatan materi serta mengaitkannya dengan kebiasaan sehari-hari siswa di madrasah. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan positif sejak dini. Siswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Salah satu petugas kesehatan menyampaikan bahwa keberhasilan program STBM sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat, termasuk anak-anak sebagai generasi penerus. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu memahami pentingnya sanitasi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten.

Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menilai bahwa edukasi sanitasi sangat penting dalam mendukung kesehatan siswa.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat pada siswa. Kami berharap ilmu yang didapat dapat diterapkan baik di madrasah maupun di rumah,” ujar beliau.

Beliau juga menegaskan bahwa madrasah akan terus mendukung program-program kesehatan yang dapat meningkatkan kualitas hidup siswa secara menyeluruh. Dengan adanya penyuluhan STBM ini, MIN 2 Kota Palembang menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan bersih.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi siswa dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar. Sebagai penutup, seluruh peserta diajak untuk bersama-sama menerapkan lima pilar STBM dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kesehatan diri dan lingkungan. (an)

4 Likes

Author: andre