min2palembang.sch.id Berita Kenalkan Siklus Air, Murid MIN 2 Kota Palembang Diajak Hemat Air dan Peduli Lingkungan melalui Pembelajaran IPAS Berbasis Adiwiyata

Kenalkan Siklus Air, Murid MIN 2 Kota Palembang Diajak Hemat Air dan Peduli Lingkungan melalui Pembelajaran IPAS Berbasis Adiwiyata

Palembang Kemenag Sumsel

Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan terus dilakukan MIN 2 Kota Palembang melalui pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan, kreativitas, dan pembentukan karakter murid. Kali ini, pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) mengangkat materi tentang siklus air sekaligus mengajak murid memahami pentingnya menjaga ketersediaan air bersih bagi kehidupan. Jumat, 6 November 2026

Dalam kegiatan pembelajaran yang dibimbing oleh Khairani ini, murid tidak hanya mempelajari materi tentang proses perputaran air di alam, tetapi juga diajak memahami bahwa air merupakan sumber kehidupan yang keberadaannya harus dijaga. Pembelajaran ini dikemas secara edukatif dengan menghubungkan materi IPAS dengan gerakan peduli lingkungan dalam program Adiwiyata madrasah.

Melalui penjelasan yang diberikan, murid diperkenalkan dengan siklus air atau daur hidrologi, yaitu proses perputaran air yang berlangsung secara terus-menerus dari bumi menuju atmosfer dan kembali lagi ke permukaan bumi.

Murid mempelajari bahwa siklus air dimulai dari proses evaporasi atau penguapan air akibat panas matahari. Air dari laut, sungai, danau, serta permukaan tanah menguap ke udara. Tumbuhan juga turut melepaskan uap air melalui proses transpirasi.

Uap air tersebut kemudian naik ke atmosfer dan mengalami pendinginan hingga berubah menjadi titik-titik air yang membentuk awan. Proses ini dikenal dengan istilah kondensasi atau pengembunan.

Ketika awan semakin jenuh dengan kandungan air, terjadilah presipitasi atau turunnya air ke bumi dalam bentuk hujan. Air hujan selanjutnya mengalir melalui sungai menuju laut, sebagian meresap ke dalam tanah menjadi air tanah, dan sebagian lainnya tersimpan di berbagai sumber air. Proses tersebut berlangsung berulang-ulang sehingga keseimbangan air di bumi tetap terjaga.

Pengetahuan tentang siklus air menjadi semakin menarik ketika murid diajak mengenal fakta mengenai jumlah air yang tersedia di planet bumi. Berdasarkan data United States Geological Survey (USGS), total volume air di bumi diperkirakan mencapai sekitar 1,386 miliar kilometer kubik. Angka tersebut mencakup seluruh air yang terdapat di lautan, lapisan es, gletser, air tanah, sungai, danau, atmosfer, serta makhluk hidup.

Namun, jumlah air yang sangat besar tersebut ternyata tidak seluruhnya dapat dimanfaatkan manusia. Sekitar 96,5 persen air di bumi berada di lautan dalam bentuk air asin, sedangkan air tawar hanya sekitar 2,5 persen. Sebagian besar air tawar tersimpan dalam lapisan es, gletser, dan air tanah. Dengan demikian, air tawar yang mudah dijangkau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari jumlahnya sangat terbatas.

Fakta ini memberikan pelajaran penting kepada murid bahwa meskipun bumi terlihat dipenuhi air, ketersediaan air bersih yang dapat digunakan manusia tidak sebanyak yang dibayangkan. Oleh karena itu, menjaga sumber air dan menggunakannya secara bijaksana merupakan tanggung jawab bersama.

Ada pula fakta menarik lainnya, yaitu air yang berada di bumi terus mengalami perputaran melalui siklus hidrologi. Air yang turun sebagai hujan dapat kembali menguap, membentuk awan, kemudian turun lagi sebagai hujan. Artinya, air merupakan sumber daya alam yang terus bersirkulasi, tetapi kualitas dan ketersediaannya tetap dapat terancam apabila lingkungan tidak dijaga dengan baik.

Setelah memahami materi tersebut, pembelajaran dilanjutkan dengan kegiatan kreatif berupa pembuatan poster bertema “Matikan Keran dan Hemat Air”. Melalui kegiatan ini, murid diberikan kesempatan untuk menuangkan pemahaman dan pesan kepedulian lingkungan ke dalam bentuk karya visual yang menarik.

Murid bebas berkreasi dengan menyampaikan ajakan positif melalui gambar, warna, dan kalimat persuasif. Pesan yang diangkat antara lain membiasakan menutup keran setelah digunakan, tidak membiarkan air mengalir tanpa keperluan, menggunakan air secukupnya, serta menjaga kebersihan lingkungan agar sumber-sumber air tidak tercemar.

Pembuatan poster bukan sekadar kegiatan menggambar, melainkan sarana bagi murid untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan edukasi kepada orang lain. Melalui karya tersebut, murid belajar bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari.

Khairani selaku mentor pembelajaran memberikan pemahaman bahwa materi siklus air harus dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Murid diharapkan tidak hanya mengetahui bagaimana air mengalami proses penguapan, pembentukan awan, dan turunnya hujan, tetapi juga memahami pentingnya menjaga air sebagai sumber kehidupan.

Ia juga mengajak murid membangun kebiasaan hemat air, baik ketika berada di madrasah maupun di rumah. Menutup keran setelah digunakan, tidak membuang-buang air, serta menjaga kebersihan lingkungan merupakan tindakan sederhana yang dapat memberikan dampak positif apabila dilakukan secara konsisten.

Pembelajaran ini juga memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai ajaran Islam. Dalam Al-Qur’an, Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Anbiya ayat 30 bahwa dari air Allah menjadikan segala sesuatu yang hidup. Ayat tersebut mengingatkan manusia bahwa air merupakan salah satu unsur penting yang menjadi dasar kehidupan seluruh makhluk di bumi.

Selain itu, dalam Surah Al-A’raf ayat 31, Allah Swt. memerintahkan manusia untuk makan dan minum, tetapi tidak berlebih-lebihan karena Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. Pesan tersebut mengandung nilai pendidikan yang sangat relevan dengan kebiasaan menghemat air.

Melalui kedua ayat tersebut, murid diajak memahami bahwa menjaga air bukan hanya bentuk kepedulian terhadap alam, tetapi juga bagian dari rasa syukur atas nikmat dan amanah yang diberikan Allah Swt. Menggunakan air secukupnya merupakan salah satu wujud perilaku tidak berlebihan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat pendidikan lingkungan dalam program Adiwiyata MIN 2 Kota Palembang. Kepedulian terhadap air menjadi bagian penting dari upaya membangun budaya madrasah yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan. Kesadaran tersebut diharapkan tumbuh tidak hanya ketika mengikuti pembelajaran, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala MIN 2 Kota Palembang, Siti Ajnaimah, S.Pd.I., M.Ag., senantiasa mendorong pembelajaran yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan murid. Pendidikan lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar murid memiliki pengetahuan, kepedulian, dan tanggung jawab dalam menjaga kelestarian alam. Melalui kegiatan seperti ini, madrasah berupaya membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter peduli terhadap lingkungan dan mampu menerapkan perilaku positif.

Tujuan pembelajaran ini adalah agar murid mampu memahami tahapan siklus air, mengenali persebaran air di bumi, mengetahui keterbatasan ketersediaan air tawar, serta memahami pentingnya menjaga kualitas dan kelestarian sumber air. Selain itu, kegiatan pembuatan poster diharapkan mampu meningkatkan kreativitas, kemampuan menyampaikan pesan, dan keberanian murid dalam mengajak orang lain melakukan kebiasaan baik.

Pembelajaran IPAS yang dipadukan dengan nilai-nilai keagamaan dan pendidikan Adiwiyata ini menjadi salah satu bentuk penerapan Asta Cipta dalam membangun pengetahuan, karakter, dan kepedulian generasi muda. Murid diajak belajar bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, MIN 2 Kota Palembang berharap tumbuh kesadaran bahwa menjaga air merupakan tanggung jawab setiap orang. Sebab, masa depan lingkungan tidak hanya ditentukan oleh langkah-langkah besar, tetapi juga oleh kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus.

Matikan keran ketika tidak digunakan, gunakan air secukupnya, dan jaga sumber air tetap bersih. Setiap tetes air sangat berarti bagi kehidupan. (an)

1 Likes

Author: andre