Palembang Kemenag Sumsel
Dalam rangka meningkatkan wawasan dan kompetensi di bidang pendidikan Islam serta mengikuti perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan, Ibu Nurul Fithriyah, S.Ag., dari MIN 2 Kota Palembang mengikuti kegiatan pengembangan akademik yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Jumat, 18/09/2026
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lantai 2 Ruang Guru Besar, Gedung Rafah Tower UIN Raden Fatah Palembang, pada pukul 13.30 WIB. Kegiatan ini mengangkat topik “Perancangan Konstruk Model Pendidikan Akhlak Birrul Walidain Berbasis AI (Model BIRR-AI)”.
Kegiatan tersebut berada di bawah tim yang diketuai oleh Prof. Dr. Hj. Zuhdiyah, M.Ag. dan menjadi bagian dari upaya pengembangan model pendidikan yang memadukan nilai-nilai akhlak Islam dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence.
Model BIRR-AI yang dikembangkan diarahkan untuk menghasilkan sebuah model pendidikan akhlak yang dapat diterapkan dalam pembelajaran, khususnya dalam menanamkan nilai birrul walidain, yaitu sikap berbakti, menghormati, menyayangi, menaati dalam kebaikan, serta memberikan perlakuan yang baik kepada kedua orang tua.
Konsep tersebut menjadi semakin relevan di tengah perkembangan teknologi digital yang begitu cepat. Dunia pendidikan tidak hanya dituntut mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga harus memastikan bahwa pemanfaatan teknologi tetap berlandaskan nilai-nilai moral, etika dan karakter.
Dalam kegiatan ini, salah satu fokus yang dikembangkan adalah modul bahan ajar berbasis AI. Modul tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pembelajaran yang membantu pendidik menyampaikan nilai-nilai pendidikan akhlak dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Pengembangan model tersebut juga berkaitan dengan rekonstruksi epistemologis turats birrul walidain berbasis AI. Secara sederhana, rekonstruksi epistemologis ini merupakan upaya mengkaji dan menata kembali khazanah keilmuan Islam (turats) yang berkaitan dengan konsep berbakti kepada orang tua, kemudian menghubungkannya dengan kebutuhan pendidikan dan perkembangan teknologi pada masa kini.
Dengan pendekatan tersebut, nilai-nilai keislaman yang bersumber dari khazanah klasik tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan masa lalu, tetapi dapat dikembangkan menjadi materi pendidikan yang relevan dengan kehidupan peserta didik di era digital.
Kehadiran AI dalam pengembangan model ini bukan dimaksudkan untuk menggantikan peran guru maupun sumber ajaran Islam. Sebaliknya, teknologi diharapkan menjadi alat bantu dalam mengembangkan bahan pembelajaran sehingga pendidik dapat menghadirkan materi akhlak dengan pendekatan yang lebih kreatif, sistematis dan sesuai dengan karakteristik generasi saat ini.
Bagi madrasah, pengembangan model pendidikan seperti ini memiliki relevansi yang cukup kuat. Pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik.
Nilai birrul walidain sendiri merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan Islam. Peserta didik perlu dibimbing agar memahami bahwa menghormati dan berbakti kepada orang tua bukan hanya sebatas materi pelajaran, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, madrasah maupun masyarakat.
Keikutsertaan Ibu Nurul Fithriyah, S.Ag. dalam kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai perkembangan pendidikan berbasis teknologi sekaligus memperkuat pemahaman tentang bagaimana nilai-nilai akhlak Islam dapat dikembangkan menjadi bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Kepala MIN 2 Kota Palembang, Ibu Siti Ajnaimah, S.Pd.I., M.Ag., menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan bagian penting dalam menghadirkan pembelajaran yang terus berkembang sesuai dengan tuntutan zaman.
“Guru perlu terus belajar dan membuka wawasan terhadap perkembangan teknologi, termasuk AI. Namun, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan harus tetap diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai karakter dan akhlak peserta didik. Teknologi hendaknya menjadi sarana untuk memberikan pembelajaran yang lebih bermakna,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan AI perlu disikapi secara bijak oleh pendidik. Kemajuan teknologi dapat memberikan banyak peluang dalam pembelajaran apabila digunakan secara tepat, terarah dan tetap memperhatikan nilai-nilai pendidikan serta karakter peserta didik.
Melalui kegiatan ini, MIN 2 Kota Palembang turut mengambil bagian dalam pengembangan wawasan pendidikan yang mengintegrasikan nilai keislaman, pendidikan akhlak dan teknologi kecerdasan buatan.
Diharapkan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pembelajaran di madrasah, khususnya dalam menghadirkan pendidikan akhlak yang tetap berakar pada nilai-nilai Islam sekaligus mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari semangat MIN 2 Kota Palembang untuk terus mendorong guru meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan keilmuan dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi demi menghadirkan pembelajaran yang berkualitas bagi peserta didik. (an)
